Senja di Ujung Palu
- calendar_month Senin, 25 Agt 2025
- visibility 6
- comment 0 komentar

Di Desa Palu, Ogan Ilir, senja tak selalu membawa keteduhan. Bagi Endan, senja justru kian terasa dingin. Di usianya yang menginjak 80 tahun, ia tetap sendiri, tanpa sanak saudara. Gubuk reot berdindingkan karung, itulah satu-satunya tempat yang ia sebut rumah.
Pria tua itu kini menjadi perbincangan, bukan karena harta atau kekuasaan, melainkan karena kisah hidupnya yang memilukan. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan Endan duduk termangu di gubuknya.
Tatapan matanya lurus ke depan, seolah menerawang jauh ke masa lalu. Hanya sebatang rokok daun nipah di tangannya yang setia menemani, mengepulkan asap tipis seiring napasnya yang mulai senja.
Kisah Endan adalah cerminan dari banyaknya realita hidup yang sering luput dari pandangan kita.
Di tengah hiruk pikuk dunia digital yang serba cepat, masih ada kisah-kisah yang tersembunyi, menunggu untuk ditemukan. Kisah Endan adalah panggilan bagi kita semua, pengingat bahwa empati dan kepedulian adalah hal yang tak pernah usang.
Saat ini belum ada komentar