Breaking News
light_mode
Trending Tags

Polda Sumsel Bongkar Mafia Pupuk Subsidi, 8 Tersangka Ditangkap

  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Palembang – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengungkap praktik terorganisasi penyalahgunaan pupuk subsidi yang merugikan petani.

Dalam dua operasi terpisah, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel menangkap delapan tersangka dan menyita lebih dari 14 ton pupuk subsidi yang diperdagangkan secara ilegal.

Pengungkapan dilakukan tim Opsnal Subdit I Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus sebagai bagian dari upaya pengamanan distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran.

Jaringan di Ogan Ilir: Pupuk Dijual Dua Kali Lipat HET Kasus pertama terungkap pada Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 11.30 WIB.

Polisi menangkap tujuh tersangka di Desa Batin Mulya, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Ilir. Mereka adalah T.I.N (28), SR (31), AH (38), JI (58), H (58), AS (38), dan AA (58).

Dari lokasi, penyidik menyita 60 karung atau sekitar 3 ton pupuk subsidi jenis Phonska serta 40 karung atau 2 ton pupuk subsidi jenis Urea.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Doni Satrya Sembiring mengatakan pupuk subsidi tersebut dijual berlapis-lapis dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pupuk yang seharusnya dilepas sekitar Rp90 ribu per karung dijual kembali kepada petani dengan harga lebih dari Rp200 ribu.

“Para tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari penjual, pembeli, perantara, hingga pengawal distribusi. Sebagian bukan anggota kelompok tani dan tidak memiliki legalitas sebagai pengecer pupuk subsidi,” kata Doni dalam rilis pers di Mapolda Sumsel, Kamis, 29 Januari 2026.

 

Sopir Angkut 9 Ton Pupuk Lintas Provinsi
Dalam kasus kedua, polisi menangkap seorang sopir berinisial H (36), warga Kabupaten Ogan Ilir, pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Mayjen Ryacudu, Palembang.

H kedapatan mengangkut sekitar 9 ton pupuk subsidi tanpa dokumen resmi.
Kepada penyidik, tersangka mengaku pupuk tersebut diambil dari Lampung dan akan dibawa ke Jambi.

Aksi serupa disebut telah dilakukan setidaknya dua kali.

Polisi: Petani Paling Dirugikan
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya menegaskan praktik mafia pupuk subsidi berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

“Pupuk subsidi adalah hak petani. Ketika diselewengkan, petani yang pertama kali merasakan dampaknya. Karena itu, penindakan akan terus dilakukan,” ujar Nandang.

Polda Sumsel menyatakan penyidikan masih berlanjut untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk pemasok dan pihak yang memfasilitasi distribusi lintas daerah.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Viral Pengeroyokan Sopir Truk di SPBU Sukarami Terungkap, Dua Tersangka Dibekuk dalam 20 Jam, Satu DPO Diburu

    Kasus Viral Pengeroyokan Sopir Truk di SPBU Sukarami Terungkap, Dua Tersangka Dibekuk dalam 20 Jam, Satu DPO Diburu

    • visibility 22
    • 0Komentar

    Palembang –  Polrestabes Palembang jajaran Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan meninggal dunia seorang sopir truk di kawasan SPBU Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang. Kasus yang sempat viral di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan YouTube, tersebut berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 20 jam sejak […]

  • Cita Rasa Rempah Muba Pikat Pengunjung, PKK Muba Optimis Raih Juara

    Cita Rasa Rempah Muba Pikat Pengunjung, PKK Muba Optimis Raih Juara

    • visibility 141
    • 0Komentar

    Tim PKK Muba Tampil Memukau di Lomba Masak Rempah Sumsel, Bupati Toha Beri Dukungan Penuh Palembang- Perpaduan kreativitas, rasa, dan budaya lokal menjadi senjata Tim PKK Kabupaten Muba dalam Lomba Masak Rempah se-Sumsel. Didampingi langsung oleh Bupati HM Toha Tohet dan Ketua TP PKK Hj. Fatimah Toha, mereka optimis dan siap membawa pulang prestasi terbaik […]

  • Tak Bisa Bayar Denda, Bakal Kena Sanksi Sosial

    Tak Bisa Bayar Denda, Bakal Kena Sanksi Sosial

    • visibility 31
    • 0Komentar

    PALEMBANG— Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tidak main-main dalam menegakkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Selain sanksi denda, Pemkot Palembang kini resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus dan menyiapkan skema jemput paksa menggunakan personel Satpol PP bagi pelanggar yang mangkir dari panggilan. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan […]

  • Sarjana Indonesia Pilih Jadi ART di Taiwan, Ada Apa?

    Sarjana Indonesia Pilih Jadi ART di Taiwan, Ada Apa?

    • visibility 212
    • 0Komentar

    Palembanglipp.com – Di tengah persaingan kerja yang ketat dan tingginya angka pengangguran lulusan sarjana, banyak individu bergelar Strata-1 (S1) di Indonesia memilih jalur yang berbeda. Mereka memutuskan untuk bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya di sektor domestik seperti asisten rumah tangga (ART), perawat lansia dan anak, atau pekerjaan rumah tangga lainnya. […]

  • Polda Sumsel Kejar Tujuh Pelaku Pengeroyokan Sopir Truk di SPBU Noerdin Pandji Palembang

    Polda Sumsel Kejar Tujuh Pelaku Pengeroyokan Sopir Truk di SPBU Noerdin Pandji Palembang

    • visibility 15
    • 0Komentar

    PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memastikan pengusutan secara menyeluruh terhadap kasus dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan seorang sopir truk meninggal dunia di kawasan SPBU Jalan Noerdin Pandji, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Selasa malam, 2 Juni 2026. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena diduga dipicu persoalan sepele terkait antrean pengisian bahan bakar […]

  • Studi Banding BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP: Momentum Kolaborasi, Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial

    Studi Banding BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP: Momentum Kolaborasi, Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial

    • visibility 160
    • 0Komentar

    Di era digital, media sosial telah menjadi alat komunikasi massa yang sangat efektif – termasuk bagi gerakan mahasiswa. Kunjungan studi banding antara BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP seharusnya dimaknai lebih dari sekadar foto bersama dan pertukaran cenderamata; ia adalah kesempatan strategis untuk membangun jaringan komunikasi digital yang kuat, menyelaraskan narasi, dan menggalang aksi […]

expand_less