Waspada Karhutla: Titik Panas di Sumsel Melonjak Tajam Sepanjang Agustus
- calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
- visibility 22
- comment 0 komentar

Palembang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluarkan peringatan keras terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah mencatat kenaikan signifikan jumlah titik panas di bulan Agustus. Meskipun angka titik panas secara keseluruhan pada Agustus 2025 menunjukkan penurunan drastis dibandingkan bulan sebelumnya, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat pola puncak kemarau yang biasanya terjadi pada akhir Agustus hingga September.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah titik panas di Sumsel sepanjang 1-19 Agustus mencapai 103 titik. Angka ini memang jauh lebih rendah dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 1.321 titik. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kondisi hujan yang masih melanda beberapa wilayah Sumsel. Namun, tren harian menunjukkan adanya peningkatan setelah sempat nihil pada beberapa hari di awal bulan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa meskipun jumlahnya menurun, titik panas yang terdeteksi tetap menjadi perhatian serius. Ia menjelaskan bahwa prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan bahwa pada akhir Agustus dan September, potensi curah hujan akan berkurang. Hal ini akan menyebabkan permukaan lahan, terutama lahan gambut, menjadi lebih kering dan rentan terbakar.
“Prediksi kami memang di akhir Agustus hingga September nanti hujannya akan berkurang sehingga menyebabkan keringnya permukaan lahan yang berpotensi mudahnya terbakar,” ujar Sudirman.
Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar di Sumsel sepanjang tahun 2025 telah mencapai 1.416,9 hektare. Beberapa wilayah seperti Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim ditetapkan sebagai zona merah karhutla. Pihak kepolisian bahkan telah memasang garis polisi (police line) di beberapa lokasi kebakaran untuk penyelidikan lebih lanjut, seperti yang terjadi di Musi Banyuasin.
Untuk mengantisipasi memburuknya situasi, Pemerintah Provinsi Sumsel telah menerima bantuan enam helikopter dari BNPB, terdiri dari empat helikopter water bombing dan dua helikopter patroli. Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga telah dilakukan.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apapun, terutama di saat kondisi cuaca kering. Satuan tugas (Satgas) karhutla gabungan yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, dan Polri terus bersiaga penuh untuk melakukan pemantauan dan penindakan di lapangan. Deteksi titik panas digunakan sebagai dasar untuk segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi guna mencegah kebakaran meluas.
- Penulis: Lipp
Saat ini belum ada komentar