Breaking News
light_mode
Trending Tags

Istana Buka Suara Soal Pengemudi Ojol Dilindas Barakuda Saat Demo

  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 231
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Pihak Istana angkat bicara terkait insiden yang melibatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas mobil barakuda saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta. Kejadian yang videonya viral di media sosial tersebut menuai banyak kecaman dari warganet.

Juru Bicara Kepresidenan, Andri Syahputra, dalam konferensi persnya menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.

“Kami sangat menyesali kejadian ini. Ini adalah musibah yang seharusnya tidak terjadi,” ujar Andri.

Menurut Andri, Presiden telah memerintahkan pihak terkait untuk menginvestigasi secara menyeluruh.

“Bapak Presiden telah menginstruksikan Kapolri dan jajaran untuk melakukan investigasi mendalam dan transparan. Jika terbukti ada kelalaian, personel yang terlibat akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Kronologi dan Kondisi Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengemudi ojol bernama Herman (45) tersebut sedang melintas di area demonstrasi saat massa terlibat bentrok dengan aparat keamanan.

Herman diduga hendak mencari jalan alternatif untuk menghindari kerumunan, namun nahas, ia terjatuh dan terlindas mobil barakuda yang sedang bergerak membubarkan massa.

Herman segera dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan kini dikabarkan dalam kondisi stabil. Ia mengalami luka serius di bagian kaki dan beberapa memar di tubuhnya.

Pihak Istana berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan Herman hingga pulih sepenuhnya.

“Kami pastikan korban akan mendapatkan perawatan terbaik. Pihak Istana akan menanggung semua biaya pengobatan,” kata Andri.

Peringatan dan Imbauan
Andri Syahputra juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengemudi ojol, untuk lebih berhati-hati saat melintas di area yang sedang terjadi unjuk rasa.

Ia juga mengingatkan aparat keamanan untuk bertindak lebih profesional dan mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengamankan aksi demonstrasi.

“Aksi unjuk rasa adalah hak setiap warga negara, namun harus dilakukan secara damai. Kami juga meminta aparat untuk selalu mengedepankan keselamatan publik dan bertindak sesuai prosedur,” tutup Andri.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya manajemen pengamanan yang lebih baik dalam menghadapi unjuk rasa agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OKU Timur Dilanda Bencana, Puting Beliung Robohkan 12 Rumah Warga

    OKU Timur Dilanda Bencana, Puting Beliung Robohkan 12 Rumah Warga

    • visibility 186
    • 0Komentar

    MARTAPURA – Bencana alam melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur pada hari Senin, 25 Agustus 2025. Angin puting beliung yang disertai hujan deras merusak setidaknya 12 rumah warga di beberapa desa. Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dampak terparah terjadi di Desa Bunga Mayang. Di desa ini, angin kencang merusak bagian […]

  • Bocah Perempuan Ditemukan Meninggal di Selokan Jalan Ratu Alamsyah Palembang, Polsek IB I Lakukan Penyelidikan

    Bocah Perempuan Ditemukan Meninggal di Selokan Jalan Ratu Alamsyah Palembang, Polsek IB I Lakukan Penyelidikan

    • visibility 84
    • 0Komentar

    Palembang — Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Polsek Ilir Barat I Polrestabes Palembang bergerak cepat menangani penemuan jenazah seorang anak perempuan di selokan Jalan Ratu Alamsyah Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Minggu pagi, 26 April 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Fauzi Saleh, S.H., M.M., M.H., turun […]

  • Waduh! Habiskan Dana Rp500 Juta dari ATM Majikan, Eks Sopir Dijatuhi 4 Tahun Penjara

    Waduh! Habiskan Dana Rp500 Juta dari ATM Majikan, Eks Sopir Dijatuhi 4 Tahun Penjara

    • visibility 179
    • 0Komentar

    Palembang – Dua terdakwa kasus pencurian uang milik majikan melalui kartu ATM atas nama korban Norma Siregar, yakni Bayu Ardiansyah dan rekannya, Yogi Esmemet, akhirnya menerima vonis majelis hakim dengan hukuman berbeda. Dalam putusan tersebut, Yogi dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, sedangkan Bayu divonis lebih berat, yakni 4 tahun penjara. Amar putusan dibacakan […]

  • Tak Hanya Riau dengan Pacu Jalur, Palembang Punya “Bidar” yang Tak Kalah Meriah

    Tak Hanya Riau dengan Pacu Jalur, Palembang Punya “Bidar” yang Tak Kalah Meriah

    • visibility 254
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Ketika mendengar kata “Pacu Jalur,” ingatan kita langsung tertuju pada perhelatan budaya yang megah di Riau. Namun, jangan salah, Palembang juga memiliki tradisi lomba perahu dayung yang tak kalah meriah dan sarat makna, yaitu “Bidar”. Bidar merupakan lomba perahu tradisional yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan hari-hari besar di Palembang, seperti Hari […]

  • Deretan Dosa Pejabat yang Dicopot Bobby Nasution, Bukan Cuma Main HP

    Deretan Dosa Pejabat yang Dicopot Bobby Nasution, Bukan Cuma Main HP

    • visibility 213
    • 0Komentar

    MEDAN – Keputusan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mencopot Herly Puji Mentari Latuperissa dari jabatannya sebagai Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM bukan hanya karena alasan sepele. Meski awalnya ramai diberitakan karena kedapatan bermain HP saat pengarahan gubernur, ternyata ada sederet pelanggaran serius yang menjadi dasar pencopotan tersebut. Dalam salinan surat keputusan yang beredar, Puji dijatuhi […]

  • Mahasiswa Amikom Meninggal Usai Bentrok di Depan Mapolda DIY, Polisi Selidiki

    Mahasiswa Amikom Meninggal Usai Bentrok di Depan Mapolda DIY, Polisi Selidiki

    • visibility 205
    • 0Komentar

    Yogyakarta – Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Amikom Yogyakarta yang menjadi korban dalam bentrok di depan Mapolda DIY pada Minggu pagi (31/8/2025). Kapolda mendatangi rumah duka dan menyatakan keluarga korban telah ikhlas. Meskipun keluarga menolak autopsi, pihak kepolisian tetap membuka ruang penyidikan. “Jika ada bukti atau […]

expand_less