Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gubernur Herman Deru Apresiasi Donor Darah Massal Paguyuban Tionghoa: Bukti Sumsel Kompak

  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • visibility 77
  • comment 0 komentar

Palembang – Sebuah aksi kemanusiaan mewarnai peringatan HUT ke-80 RI di Sumatera Selatan. Lebih dari 1.300 warga berpartisipasi dalam donor darah massal yang digelar oleh Paguyuban Tionghoa se-Sumsel di YAP Ballroom Palembang, Minggu (24/8/2025).

Gubernur Sumsel @Hermanderu67 hadir langsung di lokasi bersama Ketua PMI Sumsel Hj. Feby Deru. Kehadiran mereka disambut antusias para pendonor yang ingin menyumbangkan darah untuk sesama.

Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi dedikasi panitia dan semua pihak yang terlibat. “Kegiatan ini adalah contoh nyata gotong royong.

Kita tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan seremoni, tetapi juga dengan aksi sosial yang menyelamatkan nyawa,” katanya.

Menurut Herman Deru, donor darah bukan hanya soal memberi, tetapi tentang ketulusan.

“Setetes darah yang kita sumbangkan mungkin akan menjadi penyelamat hidup seseorang. Kita tidak pernah tahu siapa penerimanya, tetapi kebaikan ini pasti kembali kepada kita,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur menekankan peran PMI dalam menjamin proses donor darah berjalan aman dan sesuai standar. Ia menegaskan bahwa setiap prosedur harus dilakukan dengan transparan untuk menghindari penyalahgunaan.

“PMI punya tanggung jawab moral menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai ada isu negatif yang merusak niat baik ini,” tegasnya.

Herman Deru juga mengajak masyarakat agar rutin mendonorkan darah. “Bersyukur atas kesehatan bisa diwujudkan dengan berbagi darah. Ini ibadah sosial yang tidak memandang suku dan agama,” ungkapnya.

Ketua PSMTI Sumsel, Joni Kesuma, mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan aksi donor darah sebagai program berkelanjutan.

“Kami ingin ini menjadi tradisi positif yang melibatkan semua kalangan. Semakin banyak yang ikut, semakin banyak nyawa tertolong,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Sumsel adalah daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Ribuan pendonor dari berbagai latar belakang hadir dengan semangat yang sama: menolong sesama.

Bagi para pendonor, pengalaman ini bukan sekadar formalitas. Mereka datang dengan kesadaran bahwa setiap tetes darah memiliki arti penting. Ada kepuasan batin tersendiri ketika tahu bahwa darah mereka bisa menyelamatkan hidup orang lain.

Dengan aksi ini, Sumsel mengirim pesan kuat: keberagaman adalah kekuatan. Ketika semua bersatu dalam aksi kemanusiaan, maka persaudaraan akan semakin kokoh.

  • Penulis: Palembanglipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sering Jerat Korban, Berikut Ciri 5 Investasi Bodong

    Sering Jerat Korban, Berikut Ciri 5 Investasi Bodong

    • visibility 81
    • 0Komentar

    Palembanglipp.com- Maraknya minat masyarakat terhadap investasi telah membuka peluang bagi investasi bodong yang merugikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian akibat investasi ilegal mencapai triliunan rupiah. Berikut adalah lima ciri investasi bodong yang perlu Anda waspadai: 1. Keuntungan Tidak Wajar: Hati-hati dengan janji keuntungan yang sangat besar dalam waktu singkat tanpa risiko. Ingat, dalam investasi […]

  • Curanmor Ganas! Motor Dinas BMKG Palembang Hilang Dicuri

    Curanmor Ganas! Motor Dinas BMKG Palembang Hilang Dicuri

    • visibility 87
    • 0Komentar

    Palembang – Tindak kriminalitas pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Palembang. Kali ini, Kantor Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang menjadi sasaran komplotan maling. Mengutip Koran_Sumeks, Kepala BMKG Sumatera Selatan, Wandayantolis, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pencurian terjadi pada dini hari Selasa, 23 September, diperkirakan antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. “Yang dicuri adalah motor […]

  • Dua Tersangka Kasus Jaksa Gadungan Diserahkan Kejati Sumsel ke Kejari OKI

    Dua Tersangka Kasus Jaksa Gadungan Diserahkan Kejati Sumsel ke Kejari OKI

    • visibility 52
    • 0Komentar

    Palembang – Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berperan sebagai “jaksa gadungan”. Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H., mengatakan bahwa penyerahan dilakukan […]

  • Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 5 Bengkulu: Pemilik Kantin Mengeluh

    Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 5 Bengkulu: Pemilik Kantin Mengeluh

    • visibility 83
    • 0Komentar

    Palembanglipp.com – Sebuah video yang viral diunggah oleh akun TikTok @m.anugrahh hari ini mengungkap keluhan pemilik kantin di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu. Dalam video tersebut, para pedagang menyampaikan dampak negatif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai merugikan mereka. Para pemilik kantin mengeluhkan kebijakan kepala sekolah yang membagikan makanan gratis pada jam istirahat […]

  • Sorotan terhadap Data Ekonomi BPS: Realitas Lapangan dan Angka Statistik

    Sorotan terhadap Data Ekonomi BPS: Realitas Lapangan dan Angka Statistik

    • visibility 99
    • 0Komentar

    Komisi X DPR RI kembali menyoroti kinerja Badan Pusat Statistik (BPS) setelah BPS merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang mencapai 5,12% secara tahunan (year on year). Angka ini menuai kritik tajam dari anggota DPR, yang merasa data tersebut tidak selaras dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Politikus Partai Gerindra, La Tinro La Tunrung, dengan […]

  • Larangan Seremonial Mewah: Mendagri Perintahkan Kepala Daerah Hidup Sederhana

    Larangan Seremonial Mewah: Mendagri Perintahkan Kepala Daerah Hidup Sederhana

    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menginstruksikan seluruh kepala daerah dan jajarannya untuk menunda semua kegiatan seremonial yang dianggap menghabiskan anggaran dan tidak bermanfaat bagi masyarakat. Perintah ini dikeluarkan untuk menjaga perasaan dan kepercayaan publik di tengah program efisiensi yang digencarkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Tito, menggelar acara seremonial yang hanya bersifat […]

expand_less
Skip to toolbar