Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengenal Lebih Dekat Sosok A.K. Gani, Pahlawan Serba Bisa dari Palembang

  • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
  • visibility 8
  • comment 0 komentar

Palembang – Dr. Adnan Kapau Gani, atau yang akrab disapa A.K. Gani, adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang memiliki perjalanan hidup luar biasa. Lahir Palembayan, Agam, Sumatera Barat, pada 16 September 1905, ia tidak hanya dikenal sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang gigih, tetapi juga sebagai dokter, diplomat, politikus, dan seniman. Keberaniannya di medan perang seimbang dengan kecerdasan dan kelihaiannya di meja perundingan.

Dari Dunia Medis ke Pergerakan Nasional

A.K. Gani menempuh pendidikan kedokteran di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), sebuah sekolah kedokteran elite di Batavia (sekarang Jakarta). Setelah lulus pada 1940, ia memilih untuk tidak hanya berpraktik medis, tetapi juga terjun ke dalam pergerakan nasional.

Baginya, kesehatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh fisik yang kuat, tetapi juga oleh kedaulatan dan kemerdekaan. Ia aktif di berbagai organisasi pemuda, menjadikannya salah satu tokoh yang disegani sebelum kemerdekaan.

Pahlawan di Medan Perang dan Diplomasi

Ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, A.K. Gani langsung mengambil peran sentral, terutama di wilayah Sumatera Selatan. Ia ditunjuk sebagai Gubernur Militer Sumatera Selatan, memimpin perlawanan bersenjata melawan pasukan Belanda saat Agresi Militer I.

Di tengah keterbatasan senjata dan logistik, ia berhasil mengatur strategi gerilya yang efektif, membuat Belanda kesulitan menguasai wilayah tersebut sepenuhnya.

Namun, keberaniannya tidak hanya terbatas pada medan perang. A.K. Gani juga merupakan seorang diplomat ulung. Ia dikenal sebagai negosiator yang cerdas dan gigih dalam perundingan.

Kemampuannya berbahasa dan berargumen membuatnya menjadi perwakilan Indonesia yang disegani. Perannya dalam negosiasi penting seperti Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville sangat krusial, di mana ia terus berjuang untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.

Jejak Pengabdian di Pemerintahan

Pengabdian A.K. Gani tidak berhenti di militer dan diplomasi. Setelah kemerdekaan, ia menduduki berbagai posisi penting di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan Menteri Luar Negeri Ad-Interim di era kabinet Sutan Syahrir dan Amir Syarifuddin. Sebagai menteri, ia fokus pada pemulihan ekonomi dan stabilisasi negara yang baru merdeka.

Selain itu, ia juga memiliki sisi lain yang jarang diketahui publik. A.K. Gani adalah seorang seniman yang mencintai dunia seni peran. Ia pernah bermain dalam beberapa film, menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang serba bisa dan memiliki bakat di luar bidang politik dan militer.

Warisan yang Abadi

Pada 23 Desember 1968, A.K. Gani meninggal dunia di Palembang. Namun, warisan perjuangan dan pengabdiannya tetap hidup. Untuk mengenang jasa-jasanya, pemerintah Indonesia mengabadikan namanya sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 2002. Namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Palembang dan berbagai fasilitas publik lainnya.

Kisah hidup A.K. Gani adalah cerminan dari seorang patriot sejati. Ia membuktikan bahwa perjuangan untuk bangsa bisa dilakukan di berbagai bidang, baik di medan perang, meja perundingan, maupun di ranah pemerintahan. [msg]

  • Penulis: admin
  • Sumber: Net

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sriwijaya FC Ingin Tantang Sumsel United di Laga Uji Coba Jelang Liga 2

    Sriwijaya FC Ingin Tantang Sumsel United di Laga Uji Coba Jelang Liga 2

    • visibility 8
    • 0Komentar

    PALEMBANG — Sriwijaya FC (SFC) berencana menggelar laga uji coba bergengsi melawan tim sekota, Sumsel United, sebelum kompetisi Liga 2 atau yang kini dikenal sebagai “Championship” dimulai. Rencana ini muncul sebagai respons atas mundurnya jadwal kompetisi, memberikan waktu tambahan bagi tim untuk mematangkan skuad. Pelatih kepala SFC, Achmad Zulkifli, menyatakan bahwa timnya membutuhkan lawan tanding […]

  • Anggota DPR Dapat Tunjangan Perumahan Rp50 Juta, Pengganti Rumah Dinas Kalibata

    Anggota DPR Dapat Tunjangan Perumahan Rp50 Juta, Pengganti Rumah Dinas Kalibata

    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa anggota DPR kini menerima tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan. Tunjangan ini diberikan sebagai kompensasi atas penghapusan fasilitas rumah dinas yang sebelumnya tersedia di Kompleks Kalibata, Jakarta. Mengutip dari Tribunnews .com, Dasco menjelaskan, penetapan angka tersebut merupakan hasil perhitungan langsung dari Kementerian Keuangan […]

  • Pesona Palembang, Kota Pempek yang Mengukir Sejarah dan Keindahan

    Pesona Palembang, Kota Pempek yang Mengukir Sejarah dan Keindahan

    • visibility 5
    • 0Komentar

    Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, bukan sekadar kota metropolitan yang sibuk. Di balik denyut nadinya yang modern, tersimpan pesona sejarah, keindahan alam, dan kekayaan budaya yang menjadikannya destinasi wajib bagi para wisatawan. Dikenal sebagai Kota Pempek, Palembang menawarkan pengalaman tak terlupakan yang memadukan masa lalu dan masa kini. Jembatan Ampera: Ikon yang Tak Lekang […]

  • “Sultan” Kemnaker Diduga Gelontorkan Miliaran Rupiah untuk Mantan Wamenaker

    “Sultan” Kemnaker Diduga Gelontorkan Miliaran Rupiah untuk Mantan Wamenaker

    • visibility 5
    • 0Komentar

    Palembanglipp- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru dalam kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, alias Noel, diketahui memberikan julukan “sultan” kepada Irvian Bobby Mahendro, seorang koordinator di Kemnaker. Julukan tersebut, menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto, diberikan karena Noel menganggap Irvian sebagai sosok […]

  • Bus “Kaleng” Dilarang Masuk Kampus Unsri, Mahasiswa Mengeluh

    Bus “Kaleng” Dilarang Masuk Kampus Unsri, Mahasiswa Mengeluh

    • visibility 28
    • 0Komentar

    Indralaya, 28 Agustus 2025 – Kebijakan baru Rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri) yang melarang bus angkutan umum non-Unsri, yang kerap dijuluki “bus kaleng”, masuk ke dalam area kampus Indralaya menuai keluhan dari para mahasiswa. Kebijakan ini diberlakukan untuk menertibkan lalu lintas dan meningkatkan keamanan di lingkungan kampus. Sejak kebijakan ini diterapkan, bus-bus “kaleng” hanya diperbolehkan menurunkan […]

  • Fenomena Trend “Budak Onyot” Di Palembang

    Fenomena Trend “Budak Onyot” Di Palembang

    • visibility 18
    • 0Komentar

    “Budak onyot” adalah istilah gaul di Palembang yang popularitasnya meningkat di media sosial, terutama di TikTok. Istilah ini sering digunakan untuk menyebut anak muda atau sekelompok remaja yang bergaya nyentrik, suka nongkrong, dan dikenal dengan tingkah laku yang unik. Istilah “onyot” sendiri dalam bahasa Palembang tidak memiliki arti baku. Namun, dalam konteks ini, “budak onyot” […]

expand_less
Skip to toolbar