Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gubernur Herman Deru Apresiasi Donor Darah Massal Paguyuban Tionghoa: Bukti Sumsel Kompak

  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

Palembang – Sebuah aksi kemanusiaan mewarnai peringatan HUT ke-80 RI di Sumatera Selatan. Lebih dari 1.300 warga berpartisipasi dalam donor darah massal yang digelar oleh Paguyuban Tionghoa se-Sumsel di YAP Ballroom Palembang, Minggu (24/8/2025).

Gubernur Sumsel @Hermanderu67 hadir langsung di lokasi bersama Ketua PMI Sumsel Hj. Feby Deru. Kehadiran mereka disambut antusias para pendonor yang ingin menyumbangkan darah untuk sesama.

Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi dedikasi panitia dan semua pihak yang terlibat. “Kegiatan ini adalah contoh nyata gotong royong.

Kita tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan seremoni, tetapi juga dengan aksi sosial yang menyelamatkan nyawa,” katanya.

Menurut Herman Deru, donor darah bukan hanya soal memberi, tetapi tentang ketulusan.

“Setetes darah yang kita sumbangkan mungkin akan menjadi penyelamat hidup seseorang. Kita tidak pernah tahu siapa penerimanya, tetapi kebaikan ini pasti kembali kepada kita,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur menekankan peran PMI dalam menjamin proses donor darah berjalan aman dan sesuai standar. Ia menegaskan bahwa setiap prosedur harus dilakukan dengan transparan untuk menghindari penyalahgunaan.

“PMI punya tanggung jawab moral menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai ada isu negatif yang merusak niat baik ini,” tegasnya.

Herman Deru juga mengajak masyarakat agar rutin mendonorkan darah. “Bersyukur atas kesehatan bisa diwujudkan dengan berbagi darah. Ini ibadah sosial yang tidak memandang suku dan agama,” ungkapnya.

Ketua PSMTI Sumsel, Joni Kesuma, mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan aksi donor darah sebagai program berkelanjutan.

“Kami ingin ini menjadi tradisi positif yang melibatkan semua kalangan. Semakin banyak yang ikut, semakin banyak nyawa tertolong,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Sumsel adalah daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Ribuan pendonor dari berbagai latar belakang hadir dengan semangat yang sama: menolong sesama.

Bagi para pendonor, pengalaman ini bukan sekadar formalitas. Mereka datang dengan kesadaran bahwa setiap tetes darah memiliki arti penting. Ada kepuasan batin tersendiri ketika tahu bahwa darah mereka bisa menyelamatkan hidup orang lain.

Dengan aksi ini, Sumsel mengirim pesan kuat: keberagaman adalah kekuatan. Ketika semua bersatu dalam aksi kemanusiaan, maka persaudaraan akan semakin kokoh.

  • Penulis: Palembanglipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Tolak Usulan Gerbong Khusus Merokok dari Anggota DPR

    KAI Tolak Usulan Gerbong Khusus Merokok dari Anggota DPR

    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menolak tegas usulan dari seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengusulkan adanya gerbong khusus untuk merokok. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama KAI, Bapak Didiek Hartantyo, pada hari ini, Jumat (22/8/2025). Usulan tersebut mencuat dalam rapat dengar pendapat antara DPR dan KAI. Anggota DPR […]

  • Kepala Bayi Terputus Saat Persalinan di Puskesmas, Bidan Dilaporkan Polisi

    Kepala Bayi Terputus Saat Persalinan di Puskesmas, Bidan Dilaporkan Polisi

    • visibility 90
    • 0Komentar

    TAPANULI TENGAH – Seorang bidan di Puskesmas Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, dilaporkan ke Polres Tapteng atas dugaan malapraktik setelah seorang bayi meninggal dunia dengan kondisi tragis: kepalanya terlepas dari tubuh saat proses persalinan. Mengutip dari postingan tiktok krimi_news Ayah dari bayi malang tersebut, Irawan, telah resmi melaporkan kasus ini pada Selasa (19/8/2025), […]

  • Empat Debt Collector Culik dan Bunuh Kepala Cabang Bank BUMN

    Empat Debt Collector Culik dan Bunuh Kepala Cabang Bank BUMN

    • visibility 81
    • 0Komentar

    Palembanglipp – Empat pelaku penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), ternyata sehari-hari bekerja sebagai debt collector. Fakta ini terungkap dari keterangan warga Johar Baru, Jakarta Pusat, tempat para pelaku tinggal selama dua bulan terakhir. Ketua RT setempat, Sella (43), mengaku terkejut saat mengetahui penangkapan yang dilakukan oleh pihak […]

  • Polda Sumsel Amankan Satu Alat Berat dalam Pemantauan Tambang Ilegal di Muara Enim

    Polda Sumsel Amankan Satu Alat Berat dalam Pemantauan Tambang Ilegal di Muara Enim

    • visibility 93
    • 0Komentar

    MUARA ENIM – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) terus gencar memberantas aktivitas tambang ilegal di wilayahnya. Kali ini, tim Ditreskrimsus Polda Sumsel berhasil mengamankan satu unit alat berat jenis ekskavator saat melakukan pemantauan di Muara Enim. Operasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden yang diteruskan kepada Kapolri dan Kapolda jajaran untuk memberantas praktik […]

  • Safari Jumat dan SRGF 2025: Herman Deru Apresiasi Hangatnya Sambutan Warga OKU Selatan

    Safari Jumat dan SRGF 2025: Herman Deru Apresiasi Hangatnya Sambutan Warga OKU Selatan

    • visibility 53
    • 0Komentar

    OKU Selatan — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru melaksanakan Safari Jumat di Masjid Raya Surabaya, Desa Surabaya, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, Jumat (14/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa kegiatan Safari Jumat ke berbagai masjid sudah rutin ia lakukan sejak masih menjabat sebagai bupati. “Dulu saya pernah datang ke masjid […]

  • Diduga Lakukan Pungli, Kepsek SMKN 4 Palembang Terancam Sanksi Berat

    Diduga Lakukan Pungli, Kepsek SMKN 4 Palembang Terancam Sanksi Berat

    • visibility 90
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 4 Palembang, berinisial RA, terancam sanksi berat setelah diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap siswa dan orang tua. Sanksi ini bisa berupa pencopotan dari jabatannya hingga pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dugaan pungli ini terungkap setelah sejumlah orang tua siswa melaporkan adanya pungutan yang tidak jelas peruntukannya. Pungutan […]

expand_less
Skip to toolbar