Breaking News
light_mode
Trending Tags

Viral! Bakat Muda Terganjal Biaya, Gagal Masuk Madura United EPA U-20

  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Sebuah unggahan di media sosial, yang kini menjadi viral, kembali mengungkap sisi gelap seleksi sepak bola di Indonesia. Melalui akun @ajikusumaa5 di TikTok, kisah pilu seorang pesepak bola muda menjadi sorotan setelah gagal menembus skuad Elite Pro Academy (EPA) U-20 Madura United.

Bukan karena kurangnya talenta, melainkan karena ia tak sanggup membayar sejumlah uang yang diminta.

Dalam video tersebut, Aji Kusuma, si pengunggah, menceritakan bahwa adiknya, yang telah berjuang keras dan lolos dalam tahapan seleksi awal, harus mengubur mimpinya bermain di kasta tertinggi kompetisi usia muda. Untuk bisa bergabung dengan tim, ia diminta biaya sebesar 15 juta rupiah.

“Adik saya sudah berjuang dari Nol, dan lolos, tapi karena tak sanggup membayar uang 15 juta maka dia terpaksa pulang. Madura United U-20,” tulis akun tersebut dalam video yang diunggahnya.

Narasi ini memicu gelombang komentar dari warganet. Banyak yang merasa prihatin dan menyayangkan fenomena yang sudah menjadi rahasia umum ini. Mereka menilai bahwa sistem seperti ini hanya akan mematikan bakat-bakat murni dari keluarga kurang mampu.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Madura United terkait tuduhan pungutan biaya tersebut. Namun, kasus ini seolah menjadi pengingat bagi federasi sepak bola dan klub-klub di Indonesia untuk berbenah. Masih banyak mimpi anak muda yang berpotensi menjadi bintang lapangan, namun terganjal oleh hambatan finansial yang seharusnya tidak ada dalam sistem pembinaan.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPDB SMPN 25 Palembang Disorot: Kepsek Bungkam, Tanggung Jawab Dilempar ke Konveksi

    PPDB SMPN 25 Palembang Disorot: Kepsek Bungkam, Tanggung Jawab Dilempar ke Konveksi

    • visibility 12
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dugaan praktik komersialisasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mencuat di SMP Negeri 25 Palembang. Isu penjualan map dan materai kepada calon siswa baru berbuntut panjang setelah Kepala Sekolah bungkam dan melempar tanggung jawab kepada pihak konveksi. Meski PPDB negeri wajib gratis dan bebas pungutan, orang tua calon siswa mengaku diminta membeli kelengkapan […]

  • Sultan Muda Jelajah Wisata: OJK Dorong Kolaborasi Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Sektor Jasa Keuangan

    Sultan Muda Jelajah Wisata: OJK Dorong Kolaborasi Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Sektor Jasa Keuangan

    • visibility 47
    • 0Komentar

    Palembang  — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah ProvinsiSumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisatamenyelenggarakan kegiatan Sultan Muda Jelajah Wisata yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Familiarization TripKedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, media dan travel agent Malaysia. Kegiatan yang dilaksanakandi Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan ini bertujuanmemperkenalkan potensi pariwisata, ekonomi […]

  • “Sultan” Kemnaker Diduga Gelontorkan Miliaran Rupiah untuk Mantan Wamenaker

    “Sultan” Kemnaker Diduga Gelontorkan Miliaran Rupiah untuk Mantan Wamenaker

    • visibility 169
    • 0Komentar

    Palembanglipp- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru dalam kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, alias Noel, diketahui memberikan julukan “sultan” kepada Irvian Bobby Mahendro, seorang koordinator di Kemnaker. Julukan tersebut, menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto, diberikan karena Noel menganggap Irvian sebagai sosok […]

  • Kasus Keracunan MBG Bandung Barat: Nitrit Tinggi Ditemukan, 1.315 Korban

    Kasus Keracunan MBG Bandung Barat: Nitrit Tinggi Ditemukan, 1.315 Korban

    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kabar buruk menerpa Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.315 orang di Bandung Barat mendadak lemas dan sesak napas, menderita keracunan massal. Misteri penyebabnya akhirnya terungkap: bukan kuman, melainkan nitrit yang berbahaya. Melansir Pontianak_post, Tim BGN, yang dipimpin oleh Karimah Muhammad, menemukan jejak nitrit “super tinggi” dalam sisa melon dan lotek yang disajikan. Kadarnya mencapai […]

  • Ditresnarkoba Polda Sumsel Hancurkan Barang Bukti 18 Kasus, 27 Tersangka Terancam Pidana Mati

    Ditresnarkoba Polda Sumsel Hancurkan Barang Bukti 18 Kasus, 27 Tersangka Terancam Pidana Mati

    • visibility 69
    • 0Komentar

    Palembang – Polda Sumsel kembali menegaskan komitmennya dalam perang melawan narkotika nasional dengan memusnahkan barang bukti sabu, ekstasi, dan etomidate senilai Rp5,7 miliar hasil pengungkapan 18 laporan polisi. Direktorat Reserse Narkoba memusnahkan 4.114,7 gram sabu, 291 butir ekstasi, dan 753,5 ml etomidate di halaman Gedung Ditresnarkoba, Kamis (26/2/2026). Penyidik menyisihkan sebagian kecil barang bukti untuk […]

  • Gaji DPR Kini Rp65 Juta, DPRD DKI Rp139 Juta

    Gaji DPR Kini Rp65 Juta, DPRD DKI Rp139 Juta

    • visibility 161
    • 0Komentar

    DPR RI bergerak cepat menanggapi aspirasi publik dan Tuntutan 17+8 yang disuarakan di media sosial. Dalam keputusan yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, DPR sepakat untuk memotong berbagai tunjangan, termasuk tunjangan perumahan senilai Rp50 juta per bulan. Pemangkasan ini juga mencakup biaya langganan listrik, telepon, dan transportasi, sehingga gaji total anggota DPR […]

expand_less