Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jepang di Ambang Kepunahan? Angka Kelahiran Anjlok ke Titik Terendah

  • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar

TOKYO — Jepang tengah menghadapi krisis populasi yang kian mengkhawatirkan. Angka kelahiran di negara itu terus merosot hingga mencapai titik terendah sepanjang sejarah, memicu peringatan serius dari para ahli bahwa masa depan negara matahari terbit itu berada di ujung tanduk.

Profesor Hiroshi Yoshuda dari Universitas Tohoku, melalui analisisnya terhadap data resmi Biro Statistik Jepang, melontarkan sebuah prediksi yang mengejutkan.

Ia memperingatkan bahwa jika tren penurunan ini tidak segera dibalik, Jepang berpotensi mengalami kepunahan.

“Dengan laju penurunan saat ini, pada tahun 2720, jumlah anak berusia di bawah 14 tahun di Jepang mungkin hanya akan tersisa satu orang,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Proyeksi ini bahkan lebih suram dari perhitungan sebelumnya, menunjukkan laju penurunan populasi anak yang semakin cepat. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menegaskan kondisi genting ini.

Pada tahun 2023, angka kelahiran turun ke rekor terendah 1,20 per wanita, jauh di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas populasi. Kondisi di ibu kota Tokyo bahkan lebih parah, dengan angka kelahiran anjlok di bawah satu.

Kondisi ini tidak menunjukkan perbaikan di tahun 2024. Selama paruh pertama tahun ini, hanya tercatat 350.074 kelahiran, anjlok 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menjadi angka terendah sejak data mulai dikumpulkan pada tahun 1969.

Penyebab dari krisis ini kompleks, namun para ahli mengaitkannya dengan semakin sedikitnya jumlah pernikahan dan meningkatnya tren masyarakat Jepang yang memilih untuk melajang.

Menanggapi krisis ini, pemerintah Jepang telah meluncurkan serangkaian kebijakan, mulai dari subsidi perumahan, perluasan fasilitas penitipan anak, hingga meluncurkan aplikasi kencan untuk mendorong pernikahan. Namun, efektivitas langkah-langkah ini masih dipertanyakan. Bahkan, kekhawatiran ini menarik perhatian global, termasuk dari pengusaha teknologi terkemuka Elon Musk, yang menilai Jepang perlu mengambil “langkah radikal” untuk menghindari ancaman kepunahan.

Pertanyaannya kini, mampukah pemerintah Jepang menemukan solusi yang tepat dan efektif untuk membalikkan tren demografi yang mengancam eksistensi bangsa ini?

  • Penulis: Palembanglipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badai Emas Periode Mei s/d Agustus 2025 Pegadaian Serahkan Langsung kepada Para Pemenang

    Badai Emas Periode Mei s/d Agustus 2025 Pegadaian Serahkan Langsung kepada Para Pemenang

    • visibility 131
    • 0Komentar

    Palembang – PT Pegadaian kembali menggelar pengundian program loyalitas tahunannya melaluiBadai Emas Pegadaian 2025. Untuk periode pengumpulan poindari bulan Mei hingga Agustus lalu, pengundian Badai EmasPeriode 1 resmi diselenggarakan di The Gade Tower Jakarta,pada Rabu (24/9). Pemimpin Wilayah III Sumbagsel Novryandi menyampaikanbahwa program Badai Emas dipersembahkan sebagai bentukapresiasi Pegadaian kepada seluruh ‘Sahabat Pegadaian‘, sebutankhusus bagi […]

  • “Sultan” Kemnaker Diduga Gelontorkan Miliaran Rupiah untuk Mantan Wamenaker

    “Sultan” Kemnaker Diduga Gelontorkan Miliaran Rupiah untuk Mantan Wamenaker

    • visibility 166
    • 0Komentar

    Palembanglipp- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru dalam kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, alias Noel, diketahui memberikan julukan “sultan” kepada Irvian Bobby Mahendro, seorang koordinator di Kemnaker. Julukan tersebut, menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto, diberikan karena Noel menganggap Irvian sebagai sosok […]

  • Polda Sumatera Selatan Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp2,8 Miliar Hasil Ungkap Mei 2026

    Polda Sumatera Selatan Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp2,8 Miliar Hasil Ungkap Mei 2026

    • visibility 22
    • 0Komentar

    Palembang — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menggelar konferensi pers sekaligus pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus sepanjang Mei 2026 di Mapolda Sumsel, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas institusi kepolisian dalam upaya pemberantasan jaringan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Sumatera Selatan. Pemusnahan barang bukti tersebut merupakan […]

  • Guncangan di Kabinet Merah Putih: Sri Mulyani Lengser, Pasar Keuangan Bergelora

    Guncangan di Kabinet Merah Putih: Sri Mulyani Lengser, Pasar Keuangan Bergelora

    • visibility 155
    • 0Komentar

    Keputusan mengejutkan datang dari Istana pada Senin (8/9) kemarin. Presiden Prabowo Subianto secara resmi merombak Kabinet Merah Putih, dan langkah yang paling menjadi sorotan adalah digantinya Sri Mulyani Indrawati dari posisi Menteri Keuangan. Kursi strategis tersebut kini diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pengumuman yang […]

  • Maia Estianty Ungkap Dugaan Santet di Balik Sakit Misterius

    Maia Estianty Ungkap Dugaan Santet di Balik Sakit Misterius

    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta – Musisi senior Maia Estianty mengejutkan publik dengan pengakuannya terkait sakit misterius yang pernah dialaminya di masa lalu. Ia bahkan sempat menduga kondisinya disebabkan oleh pengaruh ilmu hitam alias santet. Kisah tersebut ia bagikan dalam kanal YouTube pribadinya, Maia ALELDUL TV, saat berbincang dengan artis Sara Wijayanto yang dikenal memiliki kemampuan indigo. Awalnya, Sara […]

  • Berita: Heboh, Kades di Sumsel Nikahi Remaja 17 Tahun Usai Digerebek Warga

    Berita: Heboh, Kades di Sumsel Nikahi Remaja 17 Tahun Usai Digerebek Warga

    • visibility 197
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Seorang kepala desa (Kades) di salah satu kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk menikahi seorang remaja berusia 17 tahun. Pernikahan ini berlangsung setelah keduanya digerebek oleh warga saat sedang berduaan di sebuah rumah. Kejadian bermula ketika warga merasa curiga dengan hubungan antara Kades, yang sudah beristri, dan gadis […]

expand_less