Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kejati Sumsel Tetapkan 6 Tersangka Kasus Mega Korupsi Kredit Bank BUMN, Kerugian Negara Capai Rp 1,183 Triliun

  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 288
  • comment 0 komentar

Kejati Sumsel Tetapkan 6 Tersangka Kasus Mega Korupsi Kredit Bank BUMN, Kerugian Negara Capai Rp 1,183 Triliun

PALEMBANG, — Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi skala besar yang melibatkan pemberian fasilitas pinjaman atau kredit dari salah satu bank plat merah kepada dua perusahaan, yakni PT BSS dan PT SAL. Pengungkapan kasus ini memecahkan rekor sebagai salah satu perkara korupsi terbesar yang pernah ditangani Kejati Sumsel, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp 1,183 triliun.

Penetapan enam orang sebagai tersangka ini diumumkan pada Senin malam (10/11/2025), setelah melalui proses penyidikan panjang dan pemeriksaan terhadap lebih dari seratus saksi.

6 Tersangka Ditetapkan, Termasuk Direksi Perusahaan dan Pejabat Bank

Kepala Kejati Sumsel, Dr. Ketut Sumedana SH MH, dalam gelar perkara menyatakan bahwa keenam tersangka sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan dan gelar perkara, penyidik menyimpulkan bahwa mereka diduga kuat terlibat dalam tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian besar terhadap keuangan negara,” tegas Ketut Sumedana.

Adapun keenam tersangka yang ditetapkan adalah:

1. WS: Direktur PT BSS (sejak 2016) dan Direktur PT SAL (sejak 2011).

2. MS: Komisaris PT BSS (periode 2016–2022).

3. DO: Junior Analis Kredit Grup Analisis Risiko Kredit Divisi Kantor Pusat bank plat merah (tahun 2013).

4. ED: Account Officer/Relationship Manager Agribisnis Kantor Pusat bank plat merah (periode 2010–2012).

5. ML: Junior Analis Kredit Grup Analisis Risiko Kredit (tahun 2013).

6. RA: Relationship Manager Divisi Agribisnis Kantor Pusat (periode 2011–2019).

Kerugian Fantastis dan Penahanan

Dari enam tersangka, lima di antaranya langsung dilakukan penahanan selama 20 hari, terhitung mulai 10 hingga 29 November 2025. Tersangka MS, DO, ED, dan RA ditahan di Rutan Kelas I Palembang, sementara ML ditahan di Lapas Perempuan Klas IIb Merdeka Palembang. Satu tersangka, WS, belum ditahan karena tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan perhitungan sementara, Ketut Sumedana mengungkapkan bahwa estimasi total kerugian negara mencapai Rp 1,689 triliun. Setelah dikurangi nilai aset hasil lelang senilai Rp 506,15 miliar, total kerugian bersih mencapai Rp 1,183 triliun.

Modus Operandi Kredit Macet

Asisten Pidana Khusus, Dr. Adhriyansah SH MH, menjelaskan bahwa modus operandi kasus ini berawal sejak tahun 2011.

“Permohonan tersebut diajukan kepada Divisi Agribisnis bank plat merah di Jakarta Pusat,” kata Aspidsus.

Pada tahun 2011, PT BSS melalui WS mengajukan permohonan kredit investasi kebun inti dan plasma sebesar Rp 760,8 miliar. Permohonan ini disusul oleh PT SAL pada tahun 2013 dengan permohonan kredit serupa senilai Rp 677 miliar. Kedua perusahaan juga mendapatkan fasilitas tambahan berupa kredit pembangunan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) dan kredit modal kerja dengan total plafon fantastis.

Lebih lanjut, dalam proses pengajuan hingga pencairan dana, penyidik menemukan adanya penyimpangan serius, mulai dari pemalsuan data dan analisis kredit yang tidak sesuai fakta, hingga agunan dan kegiatan pembangunan kebun yang tidak sesuai dengan tujuan kredit. Akibat tindakan ini, fasilitas pinjaman yang diberikan kini berstatus kolektibilitas 5 alias macet.

Perbuatan para tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 64 KUHP.

Kejati Sumsel menegaskan bahwa pengusutan kasus ini akan terus berlanjut, termasuk menelusuri aliran dana hasil kredit bermasalah tersebut serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Jumlah tersangka tidak menutup kemungkinan akan bertambah seiring dengan perkembangan penyidikan.

Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Bhayangkara ke 80, Polri Peduli Polda Sumsel Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan Romadhon

    HUT Bhayangkara ke 80, Polri Peduli Polda Sumsel Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan Romadhon

    • visibility 62
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Subdit I Politik DitIntelkam Polda Sumatera Selatan menggelar kegiatan “Polri Peduli” dengan menyerahkan bantuan paket sembako kepada Panti Asuhan Romadhon, Palembang. Bantuan diserahkan langsung kepada pengurus panti, Vera Anggraini diterima bersama 30 anak panti asuhan yang tinggal di Jl. Let Murod No. 101, Lrg. Pandan, RT 02 RW […]

  • Mengenal Lebih Dekat Sosok A.K. Gani, Pahlawan Serba Bisa dari Palembang

    Mengenal Lebih Dekat Sosok A.K. Gani, Pahlawan Serba Bisa dari Palembang

    • visibility 251
    • 0Komentar

    Palembang – Dr. Adnan Kapau Gani, atau yang akrab disapa A.K. Gani, adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang memiliki perjalanan hidup luar biasa. Lahir Palembayan, Agam, Sumatera Barat, pada 16 September 1905, ia tidak hanya dikenal sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang gigih, tetapi juga sebagai dokter, diplomat, politikus, dan seniman. Keberaniannya di medan perang […]

  • PLN ULP Muara Aman Siagakan 38 Personel dan 3 Posko Guna Perkuat Keandalan Listrik Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

    PLN ULP Muara Aman Siagakan 38 Personel dan 3 Posko Guna Perkuat Keandalan Listrik Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

    • visibility 127
    • 0Komentar

    Muara Aman  – Jaga kelistrikan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, PLN ULP Muara Aman memperkuat kesiapsiagaan pasokan listrik dengan menggelar apel siaga dan pemeriksaan menyeluruh peralatan serta personel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan. Apel siaga yang digelar di Kantor ULP Muara […]

  • Usai Kederisasi Mapala, Mahasiswa Tewas dengan Wajah-Leher Bengkak

    Usai Kederisasi Mapala, Mahasiswa Tewas dengan Wajah-Leher Bengkak

    • visibility 217
    • 0Komentar

    Seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muhamad Jeksen (19), meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan pengaderan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Ia diduga menjadi korban penganiayaan, terlihat dari wajah dan lehernya yang bengkak saat kembali dari kegiatan. Mengutip detikcom, Menurut kerabat korban, La Awal, Jeksen meninggal di RSUD Aloei Saboe pada Selasa (23/9/2025) pagi. Korban berasal dari […]

  • Kurir Sabu Asal Sumbar Ditangkap di Lubuk Linggau, 6,85 Gram Disita Polisi

    Kurir Sabu Asal Sumbar Ditangkap di Lubuk Linggau, 6,85 Gram Disita Polisi

    • visibility 93
    • 0Komentar

    Lubuk Linggau –  Satuan Reserse Narkoba Polres Lubuk Linggau menangkap seorang kurir narkotika lintas provinsi asal Kota Padang, Sumatera Barat, di Jalan Kemuning, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Selasa malam (17/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Tersangka berinisial MR (26) mencoba melarikan diri saat petugas mendekatinya dan membuang barang bukti di lokasi kejadian. […]

  • PLN Mobile Permudah Pelanggan Pascabayar Kelola Pengeluaran Listrik Pasca Idul Fitri

    PLN Mobile Permudah Pelanggan Pascabayar Kelola Pengeluaran Listrik Pasca Idul Fitri

    • visibility 125
    • 0Komentar

    Palembang – Pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, kebutuhan rumah tangga yang meningkat mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola pengeluaran, termasuk biaya listrik. Menjawab kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) menghadirkan kemudahan melalui fitur Catat Meter Mandiri (SwaCAM) di aplikasi PLN Mobile. Fitur SwaCAM memungkinkan pelanggan listrik pascabayar mencatat angka stand kWh meter secara mandiri, […]

expand_less