Breaking News
light_mode
Trending Tags

FJPI Sumsel dan DPD RI Ratu Tenny Bedah Isu KBGO, Dorong Penguatan Perlindungan dan Regulasi Digital

  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

*Siaran Pers*

FJPI Sumsel Ajak Publik Bedah Isu KBGO Bareng Anggota DPD RI Ratu Tenny

Palembang – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Diskusi Publik bersama Anggota DPD RI Provinsi Sumsel sekaligus Duta Literasi Sumsel, dr. Ratu Tenny Leriva, M.M., di Kantor DPD RI Sumsel, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini mengajak peserta membedah isu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), yang kini makin sering terjadi, termasuk secara tidak disadari kerap terjadi di ruang-ruang publik.

Ketua FJPI Sumsel Dwitri Kartini mengatakan, melalui kegiatan ini, FJPI berupaya menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, khususnya perempuan, melalui karya jurnalistik dan media sosial.

“Sebagai jurnalis perempuan, kami ingin menghadirkan rasa aman melalui tulisan, medsos, dan berbagai media lainnya. Secara umum, meski KBGO lebih banyak terkait isu perempuan, namun kekerasan ini juga sering dialami laki-laki. Intinya, kami ingin mengajak dan membangun perlindungan terhadap KBGO, terutama bagi perempuan dan anak dengan bantuan pendampingan PPPA Sumsel,” ujarnya.

Diketahui, kegiatan yang melibatkan sejumlah narasumber serta sekitar 100 peserta dari berbagai stakeholder dan perwakilan organisasi Persit, Bhayangkari dan mahasiswa/mahasiswi di Sumsel ini diharapkan bisa jadi wadah pemahaman yang dapat mencegah terjadinya kasus kekerasan di ranah publik.

Apalagi tercatat dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel per November 2025, sudah ada 587 kasus kekerasan yang tidak hanya dialami perempuan tetapi juga laki-laki.

Dalam acara berlangsung, narasumber yang turut hadir yakni Kepala Dinas PPPA Sumsel M Zaki Aslam yang diwakili Kasi Perlindungan Said S.So, Msi, serta Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel, Yudhi Thizano.

Menurut Duta Literasi Sumsel, dr. Ratu Tenny Leriva, langkah penting dalam menangani KBGO adalah memperkuat regulasi, terutama dalam proses pelaporan serta penegakan sanksi kepada pelaku.

“Sejauh ini, kita edukasi dulu publik tentang apa itu KBGO. Belum banyak yang memahami secara detail. KBGO terjadi dekat dengan keseharian kita, karena kekerasan muncul akibat seseorang dianggap sebagai objek. Contohnya, komentar yang merendahkan sering tidak dianggap masalah padahal itu bentuk pelecehan. Bahkan mengambil video tanpa izin dan memanfaatkan AI untuk kesenangan pribadi sudah termasuk pelecehan. Kita dorong agar regulasi ini benar-benar diperkuat,” jelasnya.

Kemudian kata Perwakilan Dinas PPPA Sumsel, Said, upaya pencegahan KBGO perlu dilakukan melalui pengawasan dan monitoring. Pihaknya akan memberikan pendampingan hukum apabila ada korban yang melapor.

“Poinnya, korban harus berani bicara dan melapor. Setelah laporan masuk, barulah Dinas PPPA bisa melakukan penjangkauan dan pendampingan hukum sehingga korban dapat kembali merasa aman,” ujarnya.

Dari sisi media, Yudhi Thizano menyampaikan, media harus turut mengantisipasi kerentanan pemberitaan yang dapat memicu terjadinya KBGO terhadap perempuan maupun laki-laki.

“Kami memonitor secara masif terkait KBGO. Kami berusaha mengontrol platform dan media sosial dalam penayangan konten yang sensitif, terutama terkait kekerasan. Regulasi sangat diperlukan, namun tantangannya adalah banyak korban KBGO takut melapor karena khawatir viral. Tantangan kami adalah bagaimana melindungi korban agar tidak takut menyampaikan kasusnya,” tegas Yudhi.

Selain diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi lanjutan Workshop Penulisan Isu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) bersama narasumber Jasmine Floretta V.D dari Magdalene.co.

Dalam pemaparannya, Jasmine menjelaskan pentingnya edukasi terkait konsep persetujuan serta pemahaman bentuk-bentuk kekerasan.

“Pendampingan KBGO secara advokasi dimulai dari pemahaman atau knowledge tentang apa itu persetujuan, termasuk mengenali apakah suatu tindakan merupakan kekerasan. Untuk anak-anak, edukasi lingkungan harus dimulai dari pembatasan penggunaan media sosial karena dapat memicu pelecehan atau kekerasan online,” jelasnya.

Melalui Diskusi Publik dan Workshop Penulisan Isu KBGO ini, FJPI Sumsel menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi, perlindungan, dan keberanian masyarakat untuk melaporkan kekerasan berbasis gender online. Kolaborasi antara jurnalis, pemerintah, akademisi, dan komunitas diharapkan mampu memperkuat pemahaman publik, mempertegas regulasi, serta menghadirkan ruang digital yang lebih aman bagi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat Sumatera Selatan.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Muba Bakal Perjuangkan Penyulingan Minyak Rakyat Masuk Jalur Legal

    Pemkab Muba Bakal Perjuangkan Penyulingan Minyak Rakyat Masuk Jalur Legal

    • visibility 45
    • 0Komentar

    MUSI BANYUASIN- Setelah berhasil memperjuangkan legalisasi puluhan ribu sumur minyak rakyat di Bumi Serasan Sekate, kini Pemkab Muba dibawa nahkoda Bupati Muba HM Toha Tohet SH dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen bakal mendorong penyelesaian persoalan penyulingan minyak rakyat atau refinery tradisional melalui jalur regulasi yang legal, tertib, dan berpihak pada masyarakat. Sebelumnya, pada 11 […]

  • Dorong UMKM Lebih Cuan dan Terarah, PLN UID S2JB Gelar Pelatihan Financial Planning melalui Rumah BUMN Jambi

    Dorong UMKM Lebih Cuan dan Terarah, PLN UID S2JB Gelar Pelatihan Financial Planning melalui Rumah BUMN Jambi

    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jambi – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus memperkuat perannya sebagai pembina Rumah BUMN Jambi dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berkembang dan berdaya saing. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan bertajuk _Fundamental Financial Planning_ bagi UMKM untuk mengelola keuangan […]

  • Palembang 2025: Kota Metropolitan yang Tetap Tumbuh dengan Tantangan Urbanisasi

    Palembang 2025: Kota Metropolitan yang Tetap Tumbuh dengan Tantangan Urbanisasi

    • visibility 336
    • 0Komentar

    Palembanglipp.com– Kota Palembang diproyeksikan akan terus konsisten sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk terpenting di luar Pulau Jawa pada tahun 2025. Peninggalan gemilang sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dan perkembangan infrastrukturnya menjadi magnet utama pertumbuhan penduduk, baik melalui kelahiran maupun arus urbanisasi. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang dan analisis dari […]

  • Salurkan 800 Kantong Daging Kurban, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie : Ini Bentuk Kepedulian Golkar Kepada Masyarakat

    Salurkan 800 Kantong Daging Kurban, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie : Ini Bentuk Kepedulian Golkar Kepada Masyarakat

    • visibility 52
    • 0Komentar

    Palembang – Dalam rangka memaknai Hari Raya Idul Adha 1447 H, DPD Partai Golkar Sumatera Selatan kembali melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Golkar Sumsel Tebar Berkah”. Dalam aksi ini, sebanyak 800 kantong daging kurban disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah sekretariat DPD Partai Golkar Sumsel. Tahun ini, keluarga besar Partai Golkar Sumatera Selatan […]

  • Bukber Hari LSM Sedunia, Ormas dan LSM Sumsel Gaungkan Polri Humanis dan Akuntabel

    Bukber Hari LSM Sedunia, Ormas dan LSM Sumsel Gaungkan Polri Humanis dan Akuntabel

    • visibility 100
    • 0Komentar

    Palembang – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan puluhan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sumatera Selatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperingati Hari LSM Sedunia. Kegiatan bertema “Ramadhan dan Reformasi, Aspirasi Publik Untuk Polri yang Humanis dan Akuntabel” ini digelar di Resto Hot Kusuma, Palembang, Jumat (27/2/2026). Ketua Umum LSM […]

  • Studi Banding BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP: Momentum Kolaborasi, Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial

    Studi Banding BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP: Momentum Kolaborasi, Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial

    • visibility 182
    • 0Komentar

    Di era digital, media sosial telah menjadi alat komunikasi massa yang sangat efektif – termasuk bagi gerakan mahasiswa. Kunjungan studi banding antara BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP seharusnya dimaknai lebih dari sekadar foto bersama dan pertukaran cenderamata; ia adalah kesempatan strategis untuk membangun jaringan komunikasi digital yang kuat, menyelaraskan narasi, dan menggalang aksi […]

expand_less