Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jelang Operasi Ketupat Musi 2026, Polisi Tangkap Dua Pengedar Sabu di Muba

  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Musi Banyuasin – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Satuan Reserse Narkoba Polres Musi Banyuasin menangkap dua pengedar narkotika jenis sabu dalam dua operasi terpisah di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam dua penindakan yang berlangsung pada 11–12 Maret 2026 tersebut, polisi menyita total 19 paket sabu dengan berat bruto 30,42 gram serta uang tunai Rp7.080.000 yang diduga berasal dari transaksi narkotika.

Polisi mengidentifikasi kedua tersangka sebagai AW (27) dan AM (42).

Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda dalam rentang waktu kurang dari tujuh jam.

Penangkapan pertama berlangsung pada Rabu malam (11/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di Dusun I Desa Keban, Kecamatan Sanga Desa.

Petugas yang menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas peredaran narkotika langsung melakukan penyelidikan.

Setelah memastikan informasi tersebut, tim Satresnarkoba Polres Musi Banyuasin bergerak melakukan penindakan.

Petugas kemudian menemukan tersangka AW sedang duduk di teras sebuah bedeng.

Ketika melakukan penggeledahan, polisi menemukan satu plastik bekas obat nyamuk merek Nomos yang berisi 12 paket sabu dengan berat bruto 2,23 gram di dalam saku celana tersangka.

Selain narkotika, petugas juga menyita uang tunai Rp80.000 serta satu unit telepon genggam Infinix Smart 9 HD yang diduga digunakan untuk komunikasi transaksi narkotika.

Sementara itu, penangkapan kedua berlangsung pada Kamis dini hari (12/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di sebuah pondok yang berada di lahan Hak Guna Usaha PT Hindoli, Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang.

Petugas menemukan tersangka AM berada di pondok tersebut.

Saat memeriksa tas berwarna cokelat milik tersangka, polisi menemukan tujuh paket sabu dengan berat bruto 28,19 gram yang dibungkus menggunakan kertas tisu.

Petugas juga menemukan uang tunai Rp7.000.000 yang diduga berasal dari hasil peredaran narkotika.

Selain itu, polisi turut mengamankan satu unit telepon genggam Samsung Galaxy M12 yang diduga digunakan sebagai alat komunikasi transaksi.

Secara keseluruhan, polisi menyita 19 paket sabu dengan berat bruto gabungan 30,42 gram dari dua lokasi berbeda.

Polisi juga mengamankan uang tunai Rp7.080.000, satu plastik bekas obat nyamuk Nomos, tujuh lembar kertas tisu pembungkus sabu, satu tas cokelat, dua unit telepon genggam, serta satu celana pendek jeans biru milik tersangka.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo menegaskan bahwa pengungkapan dua kasus tersebut merupakan bagian dari langkah cipta kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.

“Menjelang Operasi Ketupat Musi 2026, kami meningkatkan kegiatan penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan, termasuk peredaran narkotika. Dua pengungkapan ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga wilayah Musi Banyuasin tetap aman,” ujar Ruri.

Ia juga memastikan penyidik akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan pemasok narkotika yang berada di balik kedua tersangka.

“Kami tidak berhenti pada penangkapan ini. Penyidik akan menelusuri jaringan yang memasok narkotika kepada para pelaku,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel terus memperkuat langkah pemberantasan narkotika di seluruh wilayah menjelang Operasi Ketupat Musi 2026.

“Pemberantasan narkoba menjadi bagian penting dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri,” ujar Nandang.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Saat ini penyidik Satresnarkoba Polres Musi Banyuasin masih mendalami kedua kasus tersebut.

Polisi telah mengirimkan seluruh barang bukti ke Laboratorium Forensik Cabang Palembang serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk melengkapi proses penyidikan.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Korupsi PMI Palembang, Saksi Beberkan Kredit Mobil Hilux Milik Terdakwa

    Kasus Korupsi PMI Palembang, Saksi Beberkan Kredit Mobil Hilux Milik Terdakwa

    • visibility 115
    • 0Komentar

    Palembang — Sidang perkara dugaan korupsi Pengelolaan Biaya Pengganti Pengolahan Darah pada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang, dengan kerugian negara lebih dari Rp4 miliar, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (25/11/2025). Sidang menghadirkan dua terdakwa, yakni mantan Wakil Wali Kota Palembang sekaligus mantan Ketua PMI Palembang, Fitrianti Agustinda, dan Dedi Sipriyanto. Sidang […]

  • Seblak Tiap Hari, Remaja Ini Didiagnosis Radang Lambung Parah

    Seblak Tiap Hari, Remaja Ini Didiagnosis Radang Lambung Parah

    • visibility 95
    • 0Komentar

    Seorang dokter di Bandung Barat, dr. Mariska Haris, baru-baru ini membagikan kisah pasiennya yang viral dan menjadi peringatan bagi banyak orang, terutama para penggemar seblak. Melalui akun TikTok-nya, dr. Mariska menceritakan pengalamannya menangani seorang pasien perempuan berusia 21 tahun yang datang dengan kondisi tubuh sangat lemah. Pasien tersebut mengalami demam, batuk, mual, dan muntah, disertai […]

  • PLN Sambut Positif Langkah BSN Tetapkan SNI FABA untuk Dukung Pertanian Produktif dan Berkelanjutan

    PLN Sambut Positif Langkah BSN Tetapkan SNI FABA untuk Dukung Pertanian Produktif dan Berkelanjutan

    • visibility 73
    • 0Komentar

    Jakarta— PT PLN (Persero) menyambut positif penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9387:2025 oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) terkait _Fly Ash and Bottom Ash_ (FABA) atau abu sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai pembenah tanah dan bahan baku pupuk untuk tanaman. Kehadiran standar ini menjadi tonggak penting dalam mendukung konsep _waste to value_, yakni […]

  • Jepang di Ambang Kepunahan? Angka Kelahiran Anjlok ke Titik Terendah

    Jepang di Ambang Kepunahan? Angka Kelahiran Anjlok ke Titik Terendah

    • visibility 134
    • 0Komentar

    TOKYO — Jepang tengah menghadapi krisis populasi yang kian mengkhawatirkan. Angka kelahiran di negara itu terus merosot hingga mencapai titik terendah sepanjang sejarah, memicu peringatan serius dari para ahli bahwa masa depan negara matahari terbit itu berada di ujung tanduk. Profesor Hiroshi Yoshuda dari Universitas Tohoku, melalui analisisnya terhadap data resmi Biro Statistik Jepang, melontarkan […]

  • Perundungan Brutal di SMK Cikarang: Pelajar Kelas 10 Patah Rahang

    Perundungan Brutal di SMK Cikarang: Pelajar Kelas 10 Patah Rahang

    • visibility 96
    • 0Komentar

    Seorang siswa kelas 10 di SMK Negeri Cikarang Barat, yang diidentifikasi dengan inisial AAI (16), menjadi korban perundungan brutal oleh kakak kelasnya. Akibatnya, rahang kiri AAI patah dan ia kini hanya bisa mengonsumsi makanan cair melalui selang dari hidung. Menurut kesaksian Indra Prahasta (41), ayah korban, peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (2/9) sekitar pukul […]

  • Ketika Tunjangan DPR Kalah Jauh dari Tunjangan DPRD

    Ketika Tunjangan DPR Kalah Jauh dari Tunjangan DPRD

    • visibility 100
    • 0Komentar

    Gelombang protes publik kembali mencuat setelah terungkapnya tunjangan perumahan fantastis yang dinikmati para wakil rakyat. Tunjangan ini tidak hanya berlaku di tingkat pusat, tetapi juga di daerah, bahkan dengan nominal yang jauh lebih besar. Polemik bermula dari tunjangan perumahan anggota DPR RI yang mencapai Rp50 juta per bulan. Gelombang penolakan dari masyarakat membuat DPR akhirnya […]

expand_less
Skip to toolbar