Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dari Perempuan untuk Perempuan, Stop 16.000 Sampah Beralihlah ke Pembalut Kain Ramah Lingkungan

  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

Palembang – Di tengah meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, Cindo Pads hadir sebagai alternatif, Inisiatif dan  inovatif sebagai pembalut wanita ramah lingkungan berbahan kain yang dapat dicuci ulang dan dipakai berkali-kali.

Cindo Pads, resmi diluncurkan sejak 30 April 2026 lalu, sebagai hasil kolaborasi antara Women Crisis Center (WCC) Palembang, Bank Sampah Kenanga, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumsel, dan kelompok CU Jaya Bersama. Peluncuran ini menandai langkah penting dalam pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan di Sumatera Selatan.

Peluncuran ini menjadi langkah nyata pemberdayaan perempuan sekaligus upaya mengurangi limbah pembalut sekali pakai yang sulit terurai. Cindo-Pads merupakan pembalut kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali, terbuat dari bahan lambut yang aman untuk kulit dan nyaman digunakan sehari-hari.

Dalam kolaborasi ini, masing-masing mitra memiliki peran yang saling melengkapi. WCC Palembang berperan sebagai inisiator dan pendamping pemberdayaan perempuan, Bank Sampah Kenanga mendorong gaya hidup minim sampah atau zero waste, HWDI Sumsel melibatkan perempuan disabilitas dalam kegiatan produktif, sementara Kelompok Perempuan Jaya Bersama menjadi wadah produksi dan pengembangan usaha kain.

Penanggung Jawab Cindo-Pads yang juga Dewan Pengurus WCC Palembang, Yeni Roslaini mengatakan pembalut kain Cindo-Pads ini merupakan inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata perempuan dan merupakan alternatif yang lebih sehat serta minim risiko iritasi dibandingkan pembalut sekali pakai.

“Pembalut kain ini membantu menjaga area sensitif tetap kering, nyaman dan minim iritasi karena bebas bahan kimia berbahaya,” kata Yeni.

Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi menstruasi sejak dini sebagai upaya menghilangkan stigma dan rasa malu, serta menjaga kesehatan tubuh perempuan.

“Peluncuran pembalut kain ini sebagai upaya kami agar perempuan hidup sehat, dan memilih berdaya secara ekonomi, berupaya agar bersama-sama mengadvokasi pemenuhan kesehatan reproduksi,” ujarnya saat konferensi pers di Swarna Dwipa Palembang, Kamis (7/5/2026).

Lanjutnya, ini merupakan edukasi dan sosialisasi juga dilakukan terus menerus, melalui dinas-dinas, kelompok-kelompok perempuan, sekolah-sekolah, termasuk ke teman-teman media.

“ Pembalut kain ini, sebagai produk yang lahir dari kebutuhan nyata perempuan. Produk ini lebih aman bagi tubuh, minim risiko iritasi, dan mencerminkan keberpihakan pada kesehatan perempuan,” bebernya.

Ditempat yang sama, Ketua Bank Sampah Kenanga Nyimas Eli Agustina menjelaskan bahwa pembalut kain berkontribusi besar dalam mengurangi sampah menstruasi yang sulit diurai. Ia menilai pembalut sekali pakai mengandung bahan kimia berbahaya dan memiliki dampak lingkungan jangka panjang.

“Limbah pembalut sekali pakai sulit diurai dan membahayakan lingkungan. Pembalut kain adalah solusinya,” kata Nyimas.

Menurutnya, produksi Cindo Pads juga membuka peluang ekonomi bagi penjahit lokal serta memperkuat usaha kecil dan menengah di Palembang.

“Selain lebih ramah lingkungan, mengurangi sampah pembalut sekali pakai, pembalut kain Cindo-Pads ini juga hemat biaya karena bisa digunakan berulang dan masa pakainya lama,” ujarnya.

Peluncuran Cindo Pads menjadi simbol nyata untuk mengajak masyarakat bersama-sama memulai langkah kecil dengan dampak besar bagi kesehatan perempuan dan kelestarian lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, Cindo-Pads hadir sebagai solusi ekonomis, sehat, dan ramah lingkungan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. WCC Palembang dan mitra berharap inisiatif ini dapat terus berkembang dan menjadi gerakan perubahan positif di Indonesia.

Perwakilan dari Women Led Community Centre (WLCC), Yulis Mawati juga terlibat dalam produksi pembalut kain Cindo Pads ini.

“Sebelum diluncurkan dan dipasarkan, sudah dilakukan uji coba untuk menemukan bahan terbaik. Setelah melwati riset dan uji coba, ditemukan bahan yang pas. Kami menggunakan kain berbahan katun, ada perlaknya untuk menahan mentruasi sehingga tidak bocor, dan bahan batik untuk mempercantik pembalut,” ujar Yulis.

Sementara itu, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Hikma Maulana mengatakan pembalut kain Cindo-Pads ini sangat nyaman dipakai.

“Saya sudah menggunakan Cindo-Pads sejak diluncurkan setahun lalu, karena lebih banyak duduk, ini sangat nyaman dipakai, tidak membuat iritasi, tidak panas, dan sangat membantu kami,” kata Hikma.

WCC dan para mitra berharap sosialisasi pembalut kain dapat terus diperluas ke masyarakat, sekolah, dan keluarga. Edukasi yang konsisten dinilai penting untuk menghapus stigma seputar menstruasi, mencegah diskriminasi, dan membangun kesadaran bahwa kesehatan reproduksi perempuan adalah bagian dari pendidikan dasar di rumah.

Bersama Cindo Pads, para penggerak program ini ingin menunjukkan bahwa langkah kecil dapat memicu perubahan besar,p erempuan lebih berdaya, ekonomi lokal tumbuh, dan lingkungan pun lebih terjaga.

 

Sudah Diproduksi 800 Pembalut

Pembalut kain Cindo-Pads ini sudah diproduksi sejak tahun lalu. Bagian pemasaran Cindo-Pads, Eva mengatakan saat ini pembalut kain Cindo-Pads sudah diproduksi sekitar 800 pcs, yang terjual sekitar 100 pembalut.

“Saat ini memang baru diproduksi dan baru diluncurkan, jadi memang baru 100 pcs yang terjual, itu dari mulut ke mulut, untuk pemasaran secara online lagi dipersiapkan ” kata dia.

Strategi pemasaran dan kemasan memang menjadi hal yang penting.

Cindo-Pads memiliki motif dan warna yang menarik dengan berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan konsumen. Mulai dari ukuran L (large), M (medium), dan S (pantyliner).

“Bagi masyarakat yang ingin membeli, saat ini ada paket 110 ribu (paket isi 4 ukuran S, M, L), paket 75 ribu (paket isi 2 ukuran M), paket 80 Ribu (Paket L dan M isi 2), serta Paket 60 Ribu (paket S isi 2),” ujar Eva.

Sementara untuk harga satuan, untuk ukuran L 40 Ribu, ukuran M, 39 Ribu, sementara S 31 Ribu.

“Kami baru perkenalkan ke dinas-dinas, ke kelompok-kelompok perempuan, sementara yang diproduksi oleh ibu-ibu yang sudah memproduksi sendiri untuk pemakaian sendiri juga sudah cukup banyak,” tutur dia.

Eva juga mengatakan bahwa setiap pembelian pembalut kain Cindo-Pads menjadi bagian dari upaya pendampingan bagi kekerasan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan ikut mendukung pemberdayaan pekonomi komunitas perempuan yang memproduksi pembalut kain.

“Untuk pembelian bisa menghubungi Whatsapp di nomor 0821-6444-7877, atau email ke cindopads@gmail.com. Konsumen juga menghubungi instagram @cindopads mau pun facebook cindopads,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel: Kunjungan Wisatawan Naik, Asosiasi Minta Polisi Wisata Diaktifkan

    Sumsel: Kunjungan Wisatawan Naik, Asosiasi Minta Polisi Wisata Diaktifkan

    • visibility 167
    • 0Komentar

    PALEMBANG, 11 September 2025 — Kunjungan wisatawan ke Sumatera Selatan (Sumsel) meningkat signifikan, baik domestik maupun mancanegara. Peningkatan ini didorong oleh berbagai acara besar dan promosi pariwisata yang gencar. Menyambut baik hal ini, Asosiasi Pariwisata Sumatera Selatan (APSSI) meminta agar Polisi Wisata diaktifkan kembali. Ketua APSSI, Riana Putri, menjelaskan bahwa Polisi Wisata penting untuk menjaga […]

  • Lanud SMH Siaga OMC 24 Jam, Bukti Komitmen Lawan Karhutla di Sumsel

    Lanud SMH Siaga OMC 24 Jam, Bukti Komitmen Lawan Karhutla di Sumsel

    • visibility 33
    • 0Komentar

    Palembang — Memasuki puncak kemarau dan El Nino, TNI AU melalui Lanud Sri Muluyono Herlambang (SMH) menyatakan kesiapannya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 24 Jam di Sumsel. Hal itu disampaikan oleh, Dansubsatgas Udara Wilayah Sumsel sekaligus Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., saat coffe morning bersama media di Saung […]

  • Anggaran Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,2 Triliun Per Hari, Siap Bergulir Penuh Januari 2026

    Anggaran Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,2 Triliun Per Hari, Siap Bergulir Penuh Januari 2026

    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia mengambil langkah besar dengan mempersiapkan pelaksanaan penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dimulai pada Januari 2026. Program ambisius ini bertujuan untuk memastikan jutaan anak di seluruh negeri mendapatkan asupan gizi yang layak. Menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, program ini akan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, mencakup anak-anak di […]

  • Buka Puasa Bersama Media, Kapolda Sumsel Tegaskan Kemitraan Strategis dan Transparansi

    Buka Puasa Bersama Media, Kapolda Sumsel Tegaskan Kemitraan Strategis dan Transparansi

    • visibility 104
    • 0Komentar

    Palembang — Kapolda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan strategis dengan insan pers saat menggelar buka puasa bersama awak media se-Sumatera Selatan di Mapolda Sumsel, Jumat (27/2/2026) pukul 18.00 WIB. Momentum Ramadan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi komunikasi publik antara Polda Sumsel dan media dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat […]

  • OJK Sumsel Luncurkan Pemilihan Duta IJK Sumsel2025: Mengasah Kompetensi, Integritas, dan Kepemimpinan IJK Muda

    OJK Sumsel Luncurkan Pemilihan Duta IJK Sumsel2025: Mengasah Kompetensi, Integritas, dan Kepemimpinan IJK Muda

    • visibility 190
    • 0Komentar

    Palembang – Otoritas Jasa Keuangan(OJK) Provinsi Sumatera Selatan resmi membuka rangkaianPemilihan Duta Industri Jasa Keuangan (IJK) Sumatera Selatan Tahun 2025 sebagai ajang untuk melahirkan insan IJK yang beretika, profesional, visioner, dan berperan sebagaiagen literasi serta inklusi keuangan di tengah masyarakat. Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan Penyisihan I dan II pada tanggal 13 dan 14 November […]

  • Polda Sumsel Bongkar Mafia Pupuk Subsidi, 8 Tersangka Ditangkap

    Polda Sumsel Bongkar Mafia Pupuk Subsidi, 8 Tersangka Ditangkap

    • visibility 122
    • 0Komentar

    Palembang – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengungkap praktik terorganisasi penyalahgunaan pupuk subsidi yang merugikan petani. Dalam dua operasi terpisah, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel menangkap delapan tersangka dan menyita lebih dari 14 ton pupuk subsidi yang diperdagangkan secara ilegal. Pengungkapan dilakukan tim Opsnal Subdit I Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus sebagai bagian dari […]

expand_less