Breaking News
light_mode
Trending Tags

Herman Deru Tekankan Integritas dan Transparansi dalam Pengadaan Barang dan Jasa

  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menegaskan pentingnya integritas dan transparansi dalam pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) sebagai langkah strategis mencegah terjadinya penyimpangan dan tindak pidana korupsi.

Penegasan tersebut disampaikannya usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tentang Penanganan Pengaduan dalam Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta Kegiatan Penyamaan Persepsi Penanganan Permasalahan PBJ dan Peningkatan Kapasitas Pengaduan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di wilayah Provinsi Sumsel, yang berlangsung di Auditorium Bina Praja, Kamis (4/6/2026) pagi.

Menurut Herman Deru, keberadaan sistem pengaduan yang terbuka menjadi instrumen penting untuk memperkuat transparansi dalam seluruh tahapan pengadaan barang dan jasa.

“Alhamdulillah, kita telah menyaksikan penandatanganan kerja sama ini. Esensinya adalah bagaimana mencegah dan mengurangi keinginan untuk melakukan hal-hal yang tidak transparan. Dengan membuka ruang pengaduan yang baik, maka transparansi dalam PBJ akan semakin kuat,” ujarnya.

Herman Deru juga membagikan pengalamannya saat pertama kali menjabat sebagai kepala daerah. Saat itu, ia selalu mengingatkan jajarannya untuk berpegang pada tiga prinsip utama dalam pelaksanaan PBJ, yakni memastikan aspek legalitas, menghindari praktik mark up, dan tidak melakukan kegiatan yang bersifat fiktif.

“Dulu saat saya menjadi bupati dan masih sangat awam terhadap berbagai regulasi, saya hanya memberikan tiga nasihat sederhana kepada jajaran. Pertama, perhatikan aspek legal dalam perjalanan PBJ. Kedua, jangan sampai ada mark up. Ketiga, apalagi sampai fiktif, itu tidak boleh. Lebih baik tidak direhabilitasi daripada dikerjakan tetapi tidak memberikan manfaat,” tegasnya.

Ia menilai regulasi pengadaan barang dan jasa terus berkembang sehingga seluruh aparatur harus aktif memperbarui pemahaman dan tidak hanya menunggu informasi.

“Aturan terus berubah. Saya mengajak seluruh peserta untuk terus meng-update diri. Jangan pasif. Sekarang informasi terbuka, manfaatkan teknologi dan pelajari regulasi-regulasi terbaru agar tidak tertinggal,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga mengapresiasi para narasumber yang telah memberikan pemahaman dan pendampingan kepada peserta. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap pelapor maupun pihak yang dilaporkan agar setiap pengaduan dapat diproses secara objektif, profesional, dan berkeadilan.

Lebih lanjut, ia berharap Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendapatkan pendampingan terkait perkembangan regulasi PBJ. Menurutnya, luasnya wilayah Sumsel dan banyaknya perangkat daerah menuntut adanya pembaruan informasi yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti kegiatan tersebut secara serius dan tidak sekadar memenuhi formalitas.

“Jangan hanya hadir sebagai formalitas. Jadikan kegiatan ini sebagai bekal agar kita menjadi penyelenggara pemerintahan dan pelayan masyarakat yang memahami navigasi aturan terkini, sehingga tahu mana regulasi yang berlaku dan bagaimana menerapkannya dengan benar,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Informasi dan Data KPK RI, Eko Marjono, berharap Sumsel dapat menjadi contoh dalam penguatan sistem antikorupsi secara nasional. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang berintegritas, akuntabel, dan transparan.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan melalui tiga pilar utama, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan, yang berjalan secara bersamaan dengan dukungan masyarakat.

Eko juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengaduan masyarakat dan perlindungan pelapor sebagai instrumen pencegahan korupsi. KPK mendorong kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menyediakan kanal pengaduan yang efektif, terutama pada sektor pengadaan barang dan jasa yang masih rentan terhadap praktik mark up, suap, dan pengaturan lelang.

“Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan kolaborasi lintas lembaga serta partisipasi aktif masyarakat agar tercipta tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan terpercaya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP, Setyo Budi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen mewujudkan pengadaan yang transparan, akuntabel, profesional, dan berintegritas.

Ia berharap kerja sama yang telah dibangun dapat menghasilkan perubahan nyata dalam mencegah praktik korupsi serta mendorong setiap pengaduan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan tata kelola.

“Kalau ada yang mengadu, jangan defensif. Itu tanda masih ada yang peduli. Di era digital saat ini semua akan mudah diketahui, sehingga pengaduan harus dipandang sebagai sarana memperbaiki tata kelola,” tegasnya.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres OKI Ungkap Cepat Kasus Pembunuhan di Kayuagung, Tiga Pelaku Diamankan Kurang dari 6 Jam

    Polres OKI Ungkap Cepat Kasus Pembunuhan di Kayuagung, Tiga Pelaku Diamankan Kurang dari 6 Jam

    • visibility 174
    • 0Komentar

    Kayuagung, 22 Oktober 2025 – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di wilayah Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI. Pengungkapan cepat ini dilakukan hanya beberapa jam setelah kejadian ( kurang dari 6 jam )  Petugas berhasil mengamankan tiga orang pelaku […]

  • Gaji Anggota DPR Nonaktif Disorot, NasDem Minta Gaji Sahroni dan Nafa Dihentikan

    Gaji Anggota DPR Nonaktif Disorot, NasDem Minta Gaji Sahroni dan Nafa Dihentikan

    • visibility 220
    • 0Komentar

    Fraksi Partai NasDem di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara resmi meminta agar gaji, tunjangan, dan seluruh fasilitas yang diterima oleh dua anggotanya, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, segera dihentikan. Keduanya dinonaktifkan dari tugas kedewanan per 1 September 2025. Menurut Ketua Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat, permintaan ini merupakan langkah tegas partai untuk menjaga integritas. “Fraksi […]

  • Maia Estianty Ungkap Dugaan Santet di Balik Sakit Misterius

    Maia Estianty Ungkap Dugaan Santet di Balik Sakit Misterius

    • visibility 199
    • 0Komentar

    Jakarta – Musisi senior Maia Estianty mengejutkan publik dengan pengakuannya terkait sakit misterius yang pernah dialaminya di masa lalu. Ia bahkan sempat menduga kondisinya disebabkan oleh pengaruh ilmu hitam alias santet. Kisah tersebut ia bagikan dalam kanal YouTube pribadinya, Maia ALELDUL TV, saat berbincang dengan artis Sara Wijayanto yang dikenal memiliki kemampuan indigo. Awalnya, Sara […]

  • Polda Sumsel Sikat Mafia BBM Subsidi di Tengah Kenaikan Harga, 12 Pelaku Diringkus di Musi Rawas

    Polda Sumsel Sikat Mafia BBM Subsidi di Tengah Kenaikan Harga, 12 Pelaku Diringkus di Musi Rawas

    • visibility 72
    • 0Komentar

    Palembang — Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menunjukkan langkah tegas dalam mengawal distribusi energi nasional dengan mengungkap praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Musi Rawas, Selasa, 21 April 2026. Dalam operasi tangkap tangan tersebut, petugas berhasil mengamankan 12 orang pelaku yang terlibat dalam aktivitas ilegal pemindahan dan pengoplosan […]

  • Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Tol Indralaya–Palembang, Tiga Korban Meninggal Dunia

    Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Tol Indralaya–Palembang, Tiga Korban Meninggal Dunia

    • visibility 68
    • 0Komentar

    Ogan Ilir  — Polres Ogan Ilir melalui Satuan Lalu Lintas bergerak cepat menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang terjadi di ruas Tol Indralaya–Palembang KM 03.00 Jalur Bandung, Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 02.35 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan satu unit kendaraan Isuzu Traga pick up nomor polisi BG 8059 TH […]

  • Kabar Australia: Gaji AU0.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah

    Kabar Australia: Gaji AU$100.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah

    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sydney, Australia– Meski memiliki gaji tahunan sebesar AU$100.000, banyak warga Australia masih kesulitan memenuhi biaya sewa rumah di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne. Kenaikan harga sewa yang tajam dalam beberapa tahun terakhir membuat pendapatan yang tergolong tinggi pun belum tentu mencukupi untuk hidup nyaman. Krisis Sewa yang Semakin Parah Data terbaru dari CoreLogic menunjukkan […]

expand_less