Lanud SMH Siaga OMC 24 Jam, Bukti Komitmen Lawan Karhutla di Sumsel
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar

Palembang — Memasuki puncak kemarau dan El Nino, TNI AU melalui Lanud Sri Muluyono Herlambang (SMH) menyatakan kesiapannya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 24 Jam di Sumsel.

Hal itu disampaikan oleh, Dansubsatgas Udara Wilayah Sumsel sekaligus Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., saat coffe morning bersama media di Saung Mako Lanud SMH, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pekan lalu pihaknya sempat melaksanakan OMC sesuai prediksi BMKG yang menyebut akan ada awan. Namun, awan yang terbentuk saat itu terbatas dan belum matang sehingga penyemaian tidak signifikan.
“Begitu kita semai pun tidak terjadi turun hujan. Karena ini memang alam ya, kita tidak bisa lawan. Kita hanya bisa berdoa dan berusaha. Namun, kita TNI Angkatan Udara selalu siap,” ujarnya.
Ia menegaskan dengan pesawat yang diperbantukan untuk patroli dan OMC, pihaknya akan memaksimalkannya. “Kita siap melaksanakan OMC pagi, siang, maupun malam,” katanya.
Untuk ketersediaan bahan NaCl, saat ini masih tersimpan sekitar 9 ton di gudang. Jumlah tersebut masih cukup untuk melaksanakan OMC sekitar 9 kali lagi.
“Namun, ya kita sama-sama berdoa untuk keberadaan awannya mungkin ya. Nanti begitu awan itu ada, kita langsung naikkan itu OMC,” ucapnya.
Sejauh ini, pihaknya sudah melaksanakan OMC sebanyak 4 gelombang dengan total 55 sortie. Dalam satu sortie, pesawat membawa 1 ton NaCl untuk ditebar.
Asep menjelaskan, pada bulan Mei dan Juni lalu OMC masih efektif karena keberadaan awan masih ada. Namun memasuki Agustus dan September, puncak El Nino dan kemarau menyebabkan ketersediaan awan tidak ada. Kondisi itu menjadi kendala bagi TNI AU dalam pelaksanaan OMC.
“Pergerakan awan bisa diprediksi dan kita selalu koordinasi dengan BMKG. Karena yang punya ilmu dan yang berhak untuk menyampaikan perkiraan itu adalah dari BMKG,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap hari pihaknya berkoordinasi dengan BMKG terkait perawanan. Begitu ada awan, BMKG akan menyampaikan ke TNI AU, kemudian berkoordinasi dengan BPBD untuk segera melaksanakan OMC.
Terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Asep mengatakan evaluasi saat ini masuk kategori baik. Hal itu disampaikan saat bertemu Presiden di Palembang beberapa waktu lalu.
“Bisa kita lihat sampai saat ini, kita tidak sampai menutup kegiatan sekolah, kegiatan masyarakat, dan sebagainya. Karena dengan kegiatan water bombing dan yang lainnya, kita bisa mengeliminasi fire spot maupun hotspot,” katanya.
Meski hari ini titik api agak meningkat, kualitas udara terpantau masih bagus. “Kalau kita bisa lihat ke atas itu warna biru, berarti cuacanya bagus dan udara pun sehat. Bagus,” ujarnya.
Untuk mendukung penanganan karhutla, alutsista yang diperbantukan BNPB terdiri dari 2 pesawat fixed-wing dan rotary untuk patroli dan OMC, serta 5 helikopter untuk water bombing.
“Pesawat-pesawat tersebut terbang 2 sortie setiap hari,” tutupnya.
- Penulis: Lipp

Saat ini belum ada komentar