Gubernur Sumsel Dukung Proses Hukum Kasus Kekerasan terhadap Dokter di RSUD Sekayu
- calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
- visibility 8
- comment 0 komentar

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menegaskan dukungan penuh terhadap proses hukum yang tengah berjalan terkait kasus kekerasan yang dialami seorang dokter muda di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Insiden ini terjadi saat korban sedang bertugas dan diduga dilakukan oleh keluarga pasien.
Agus Fatoni menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap tenaga medis, siapa pun pelakunya, tidak dapat dibenarkan. Ia menekankan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran vital dalam pelayanan publik dan harus dilindungi saat menjalankan tugas.
“Saya tegaskan, pemerintah provinsi mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Biarkan pihak kepolisian memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Fatoni, Selasa (19/8/2025).
Menurutnya, kasus ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali di masa depan. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat menghargai dan melindungi para tenaga medis yang bekerja untuk melayani kesehatan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumsel, melalui Dinas Kesehatan, juga telah berkoordinasi dengan pihak RSUD Sekayu untuk memastikan kondisi psikologis dokter korban kekerasan. Langkah-langkah preventif juga akan diambil untuk meningkatkan keamanan di lingkungan rumah sakit.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan para tenaga medis. Tidak hanya di RSUD Sekayu, tapi juga di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Sumsel,” tambahnya.
Kronologi dan Respons Pihak Terkait
Kasus kekerasan ini bermula pada awal Agustus 2025 saat seorang dokter residen yang sedang bertugas di ruang IGD RSUD Sekayu dikabarkan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga pasien. Insiden ini kemudian viral di media sosial dan memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan organisasi profesi kesehatan lainnya.
Pihak RSUD Sekayu telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian setempat. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan beberapa saksi telah dimintai keterangan.
Kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menghormati profesi tenaga kesehatan.
- Penulis: Lipp
Saat ini belum ada komentar