Guru Honorer 33 Tahun di Sukabumi: Pengabdian Tanpa Batas, Gaji Terbatas
- calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
- visibility 31
- comment 0 komentar

Palembanglipp- Di balik perbukitan Sukabumi, ada kisah pengabdian luar biasa dari seorang guru honorer bernama Saryono. Selama 33 tahun, ia mendedikasikan hidupnya untuk mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegalpanjang.
Namun, di usia 55 tahun, kisahnya viral bukan karena kesuksesan finansial, melainkan karena pengorbanan yang tak terhitung. Setiap hari, Pak Saryono menempuh perjalanan berat untuk bisa sampai di sekolah, sebuah perjuangan yang ia jalani tanpa keluh kesah.
Yang membuat banyak hati terenyuh adalah upah yang ia terima: hanya Rp350 ribu setiap tiga bulan, yang sangat bergantung pada dana BOS.
Sebuah angka yang jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade.
Meski menghadapi kenyataan pahit itu, semangat Pak Saryono tak pernah padam. Ia tetap teguh mengajar, bukan demi materi, melainkan karena panggilan jiwa.
“Saya sudah terbiasa hidup sederhana. Yang penting bisa terus mengajar,” ujarnya. Baginya, pendidikan adalah sebuah pengabdian, dan senyum murid-muridnya adalah imbalan yang tak ternilai.
Harapan untuk diangkat menjadi ASN tetap hidup di hatinya. Selama puluhan tahun, ia terus mencoba peruntungannya dalam seleksi PPPK, namun belum pernah berhasil. Kendati demikian, ia tak pernah menyerah.
Kisah Pak Saryono kini menjadi cerminan perjuangan para guru honorer di Indonesia. Kisahnya telah menyentuh banyak orang, memicu seruan agar pemerintah memberikan perhatian dan penghargaan yang lebih layak atas dedikasi mereka.
- Penulis: Palembanglipp
Saat ini belum ada komentar