ICAESSE 2026 Dibuka, Unpal Dorong Inovasi Lintas Disiplin untuk Pembangunan Berkelanjutan
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

PALEMBANG – Universitas Palembang (Unpal) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional dengan menggelar The 3rd International Conference on Agriculture, Engineering, Social Science and Education (ICAESSE) 2026 di Aula Universitas Palembang, Kamis (11/6/2026).
Konferensi Internasional yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Palembang yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Asri Mulyadi, S.T., M.T. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring kolaborasi akademik. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Implementation Agreement (IA) dengan sejumlah institusi mitra sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan Universitas, mulai dari para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, Dosen, Peneliti serta para Mahasiswa.
ICAESSE 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar internasional sebagai invited speakers, di antaranya Prof. Dr. Norbalkish Zakaria CA(M), ERMCP dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Associate Prof. Ir. Dr. Goh Wan Inn dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Associate Prof. Dr. Ma Jenny C. Advincula dari Eastern Visayas State University (EVSU) Filipina, Associate Prof. Dr. Ir. Armin Sofijan MT dari Universitas Sriwijaya, Ir. Arifin Tasrif, Dipl. PQ. Sc., M.Sc., MM., Ph.D dari Indonesia Biosecurity Advice, serta Associate Prof. Dr. Hakimah Yaacob dari Islamic University of Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam.
Dalam sambutannya, Asri Mulyadi mengatakan bahwa ICAESSE merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, profesional, dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, serta inovasi terbaru.
“Konferensi ini menjadi wadah strategis untuk membangun dialog akademik, memperkuat jejaring kolaborasi, serta mendorong lahirnya berbagai gagasan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan global,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini yakni “Interdisciplinary Innovations for Sustainable Global Development” dinilai sangat relevan dengan berbagai tantangan yang tengah dihadapi dunia, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, hingga ketidakpastian ekonomi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, kompleksitas persoalan global tersebut tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral semata, melainkan membutuhkan sinergi lintas disiplin ilmu dan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, serta masyarakat.
“Diperlukan kolaborasi penelitian yang berkelanjutan dan kemitraan yang kuat untuk menghasilkan solusi yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan bagi berbagai tantangan global,” katanya.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, lanjut Asri, Universitas Palembang memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Karena itu, ICAESSE 2026 tidak hanya menjadi ajang presentasi hasil penelitian, tetapi juga sarana membangun kemitraan strategis, memperluas jejaring internasional, serta membuka peluang kolaborasi riset di masa mendatang.
Pada kesempatan tersebut, pihak universitas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara internasional, mitra kerja sama, sponsor, serta panitia yang telah mendukung terselenggaranya konferensi tersebut.
Asri berharap melalui ICAESSE 2026 akan lahir berbagai gagasan inovatif, publikasi ilmiah berkualitas, serta kolaborasi riset yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Semoga konferensi ini menjadi katalisator bagi pengembangan riset kolaboratif yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat global,” pungkasnya.
- Penulis: Lipp

Saat ini belum ada komentar