Istana Buka Suara Soal Pengemudi Ojol Dilindas Barakuda Saat Demo
- calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
- visibility 33
- comment 0 komentar

JAKARTA – Pihak Istana angkat bicara terkait insiden yang melibatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas mobil barakuda saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta. Kejadian yang videonya viral di media sosial tersebut menuai banyak kecaman dari warganet.
Juru Bicara Kepresidenan, Andri Syahputra, dalam konferensi persnya menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.
“Kami sangat menyesali kejadian ini. Ini adalah musibah yang seharusnya tidak terjadi,” ujar Andri.
Menurut Andri, Presiden telah memerintahkan pihak terkait untuk menginvestigasi secara menyeluruh.
“Bapak Presiden telah menginstruksikan Kapolri dan jajaran untuk melakukan investigasi mendalam dan transparan. Jika terbukti ada kelalaian, personel yang terlibat akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
Kronologi dan Kondisi Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengemudi ojol bernama Herman (45) tersebut sedang melintas di area demonstrasi saat massa terlibat bentrok dengan aparat keamanan.
Herman diduga hendak mencari jalan alternatif untuk menghindari kerumunan, namun nahas, ia terjatuh dan terlindas mobil barakuda yang sedang bergerak membubarkan massa.
Herman segera dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan kini dikabarkan dalam kondisi stabil. Ia mengalami luka serius di bagian kaki dan beberapa memar di tubuhnya.
Pihak Istana berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan Herman hingga pulih sepenuhnya.
“Kami pastikan korban akan mendapatkan perawatan terbaik. Pihak Istana akan menanggung semua biaya pengobatan,” kata Andri.
Peringatan dan Imbauan
Andri Syahputra juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengemudi ojol, untuk lebih berhati-hati saat melintas di area yang sedang terjadi unjuk rasa.
Ia juga mengingatkan aparat keamanan untuk bertindak lebih profesional dan mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengamankan aksi demonstrasi.
“Aksi unjuk rasa adalah hak setiap warga negara, namun harus dilakukan secara damai. Kami juga meminta aparat untuk selalu mengedepankan keselamatan publik dan bertindak sesuai prosedur,” tutup Andri.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya manajemen pengamanan yang lebih baik dalam menghadapi unjuk rasa agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
- Penulis: Lipp
Saat ini belum ada komentar