Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tak Ingin Kebaikan Berlalu Senyap, Anas Roiyan Abadikan Cerita Kampung Ngajee

  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Palembang – Bagi sebagian orang, Iduladha mungkin hanya identik dengan hari penyembelihan hewan kurban. Namun bagi Anas Roiyan, proses itu telah dimulai jauh sebelum gema takbir berkumandang.

Sebagai co-founder Kampung Ngajee, Anas terlibat hampir di setiap tahapan pelaksanaan kurban tahun ini. Mulai dari menyusun konsep, membuat ajakan berkurban, mendesain media promosi, berkomunikasi dengan para pekurban, mendokumentasikan kegiatan, hingga turun langsung membantu proses penyembelihan dan pendistribusian daging kepada masyarakat.

Baginya, kurban tahun ini bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ikhtiar untuk membangun budaya kebaikan yang lebih terorganisir di tengah masyarakat.

“Kami ingin apa yang dilakukan di kampung ini bisa dikemas dengan baik dan diceritakan kepada orang lain. Bukan untuk mencari pujian, tetapi agar semakin banyak orang tahu bahwa ada sebuah kampung kecil yang sedang berusaha menumbuhkan semangat mengaji, gotong royong, dan berbagi,” ujarnya.

Menurut Anas, selama ini banyak kegiatan baik yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat, tetapi sering kali berakhir tanpa jejak dokumentasi. Akibatnya, nilai dan inspirasi dari kegiatan tersebut hanya dirasakan oleh mereka yang hadir secara langsung.

Berangkat dari kegelisahan itu, tahun ini Kampung Ngajee mulai membangun dokumentasi yang lebih rapi. Mulai dari poster ajakan berkurban, publikasi media sosial, dokumentasi foto, hingga video kegiatan.

“Sayang sekali kalau kebaikan hanya selesai di tempat kejadian. Padahal kalau diceritakan dengan baik, bisa menginspirasi orang lain untuk ikut berbuat baik juga,” katanya.

Meski demikian, Anas tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih ditemukan selama pelaksanaan kurban tahun ini.

Menurutnya, masih banyak hal yang harus dievaluasi, mulai dari aspek perencanaan, teknis pelaksanaan, pendataan penerima manfaat, dokumentasi, hingga koordinasi di lapangan.

“Kami sadar pelaksanaan tahun ini masih jauh dari kata sempurna. Bahkan mungkin lebih banyak kurangnya daripada lebihnya. Ada hal-hal yang luput, ada yang belum tertata dengan baik, dan itu menjadi pekerjaan rumah kami untuk tahun depan,” tuturnya.

Di tengah segala keterbatasan dan kelelahan yang dirasakan panitia, ada satu momen yang paling membekas di benaknya.

Bukan ketika hewan kurban datang. Bukan pula saat proses penyembelihan berlangsung.

Melainkan ketika daging kurban mulai dibagikan kepada masyarakat.

“Yang paling membahagiakan justru ketika melihat warga tersenyum saat menerima daging kurban. Ada yang langsung mengucapkan syukur, ada yang datang bersama anak-anaknya, ada pula yang berkali-kali mengucapkan terima kasih. Di situ rasanya capek yang berhari-hari itu hilang,” katanya.

Pada hari pelaksanaan, Anas mengaku berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Membantu proses penyembelihan, menjemput daging bantuan, mengatur dokumentasi, hingga membuat konten publikasi kegiatan.

“Jujur, penat. Fisik capek, pikiran juga capek. Tapi ini jenis lelah yang menyenangkan, karena kita bisa melihat langsung manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Tahun ini Kampung Ngajee berhasil menghimpun 7 ekor kambing dan 2 ekor sapi, ditambah bantuan lebih dari 60 kantong daging sapi kurban yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar.

Bagi Anas, capaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal yang harus terus diperbaiki dan disempurnakan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan kurbannya kepada Kampung Ngajee pada tahun-tahun mendatang, sehingga manfaat yang dirasakan warga bisa semakin luas.

“Kalau tahun ini masih ada warga yang belum kebagian, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak yang terjangkau. Itu yang sedang kami upayakan,” katanya.

Di akhir kegiatan, Anas mengaku semakin yakin bahwa sebuah kampung tidak akan tumbuh hanya karena bangunan yang berdiri di atasnya, melainkan karena hadirnya orang-orang yang mau bekerja bersama untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Kalau ada yang bertanya apa hasil terbesar dari kurban tahun ini, mungkin bukan jumlah kambing atau sapinya. Tapi tumbuhnya rasa kebersamaan, kepercayaan, dan harapan bahwa kampung ini bisa menjadi lebih baik dari tahun ke tahun,” pungkasnya.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Dirawat, Jumiatun Korban Tabrakan Bus AlS dengan Truk BBM Hembuskan Nafas Terakhir

    Sempat Dirawat, Jumiatun Korban Tabrakan Bus AlS dengan Truk BBM Hembuskan Nafas Terakhir

    • visibility 74
    • 0Komentar

    Palembang – Sempat di rawat, Jumiatun korban selamat dalam insiden tabrakan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara pada Rabu 6 Mei 2026 lalu menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Jumat (15/5/2026) pagi. Sebelumnya Jumiatun dirujuk dari RSUD Rupit ke […]

  • KABAR BAIK DARI BUMI SRIWIJAYA! IPM SUMSEL TAHUN 2025 MELESAT, SI CANTIK 74,76 GEBRAK NASIONAL!

    KABAR BAIK DARI BUMI SRIWIJAYA! IPM SUMSEL TAHUN 2025 MELESAT, SI CANTIK 74,76 GEBRAK NASIONAL!

    • visibility 82
    • 0Komentar

    Palembang – Ada kabar manis nih buat warga Sumatera Selatan! Bukan cuma pempek yang enak dan songket yang mewah, sekarang kualitas manusianya juga makin kinclong. Data resmi terbaru dari BPS dan Pemerintah Provinsi Sumsel menunjukkan kalau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi ini berhasil naik drastis di tahun 2025. Wah, penasaran berapa angkanya? Yuk, kita […]

  • Resmi Jadi Sekolah Negeri, Hayza Nur Ilmi Palembang Targetkan Jadi Sekolah Unggulan di Sumsel

    Resmi Jadi Sekolah Negeri, Hayza Nur Ilmi Palembang Targetkan Jadi Sekolah Unggulan di Sumsel

    • visibility 57
    • 0Komentar

    Palembang — Jaringan sekolah negeri di Sumatera Selatan resmi bertambah. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meresmikan SMA Negeri dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang, Jumat (12/6/2026). Peralihan status dari sekolah swasta yayasan menjadi sekolah negeri ini sekaligus dicanangkan sebagai awal lahirnya institusi pendidikan unggulan baru di Bumi Sriwijaya. Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan […]

  • Nasi Padang Keliling: Tren Kuliner Baru di Palembang

    Nasi Padang Keliling: Tren Kuliner Baru di Palembang

    • visibility 253
    • 0Komentar

    Jika selama ini kita akrab dengan pemandangan penjual kopi keliling, kini ada inovasi kuliner yang tak kalah menarik di Palembang: nasi padang keliling. Konsep unik ini membawa hidangan khas Minang yang digemari banyak orang langsung ke jalanan, menjadikannya pilihan praktis bagi warga Palembang yang sibuk. Munculnya nasi padang keliling di Kota Pempek ini dilatarbelakangi oleh […]

  • Transparansi Penegakan Hukum,Polres Lahat Musnahkan Sabu 85,533 Gram dan Ganja 15,05 Gram

    Transparansi Penegakan Hukum,Polres Lahat Musnahkan Sabu 85,533 Gram dan Ganja 15,05 Gram

    • visibility 62
    • 0Komentar

    Lahat — Polres Lahat jajaran Polda Sumatera Selatan melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja hasil pengungkapan sejumlah perkara tindak pidana narkotika yang telah melalui proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan. Kegiatan pemusnahan dilaksanakan di Gedung Satresnarkoba Polres Lahat pada Jumat, 8 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Pemusnahan dipimpin Kasat […]

  • Sekda Sumsel Edward Candra Lepas Rombongan SRT 31 Palembang Menuju Sekolah Rakyat Permanen OKI

    Sekda Sumsel Edward Candra Lepas Rombongan SRT 31 Palembang Menuju Sekolah Rakyat Permanen OKI

    • visibility 50
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sekda Sumsel) Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H. melepas rombongan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 31 Palembang yang akan ditempatkan di Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (9/8/2026). Sebanyak 80 orang berangkat dalam rombongan tersebut, terdiri atas siswa, orang tua, guru, dan pendamping. Para siswa selanjutnya […]

expand_less