268 Penyandang Disabilitas di Palembang Nobar Film “Istimewa”, Gaungkan Pesan Kesetaraan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

PALEMBANG – Forum Masyarakat Berdaya menggelar Pemutaran Khusus atau _studio awal film “Istimewa” di Palembang Indah Mall XXI, Kota Palembang. Acara nonton bareng ini menjadi wujud dukungan terhadap nilai kesetaraan dan inklusivitas bagi kelompok penyandang disabilitas.
Ketua Panitia Penyelenggara, Edi Susilo yang akrab disapa Tanjak Gondrong, menjelaskan pemilihan Palembang sebagai salah satu lokasi pemutaran bukan tanpa alasan. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan amanat Pancasila, khususnya Sila Kedua dan Kelima tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
“Ini tidak hanya sekadar nonton film, tetapi ini adalah bentuk kami bersolidaritas dengan teman-teman difabel di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi acara.
Pemutaran perdana ini berhasil menghadirkan 268 penonton. Mereka berasal dari 11 komunitas difabel di Provinsi Sumatera Selatan, seperti komunitas Tuli, Netra, Down Syndrome, dan Autis. Selain itu, hadir pula para siswa dan pengajar dari berbagai Sekolah Luar Biasa di Kota Palembang, di antaranya SLB Pembina, SLB YPAC, SLB Negeri, dan SLB B-C. Masyarakat umum juga dilibatkan untuk membangun kepedulian sosial secara berkesinambungan.
Lebih lanjut, penyelenggara mendorong implementasi nilai inklusivitas secara nyata di dunia kerja. Edi juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur H. Herman Deru yang telah mengeluarkan Surat Keputusan terkait kewajiban penyediaan ruang kerja bagi penyandang disabilitas di instansi pemerintahan, BUMN, maupun BUMD lokal.
Ia berharap, langkah inklusif yang diterapkan di Sumsel dapat menjadi contoh dan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.
Film “Istimewa” sendiri dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Masyarakat diimbau untuk turut menyaksikan karya ini di bioskop terdekat sebagai bentuk dukungan moral bagi perjuangan hak-hak penyandang disabilitas.
- Penulis: Lipp

Saat ini belum ada komentar