Breaking News
light_mode
Trending Tags

Opini: Pimpinan Tertinggi Turun ke Lapangan, Pencitraan atau Sinyal Sistem Birokrasi yang Macet?

  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

Fenomena pimpinan tertinggi negara atau daerah yang kerap kali turun langsung ke lapangan (blusukan) selalu memicu perdebatan publik: apakah ini murni pencitraan untuk mendulang popularitas, atau justru indikasi serius bahwa sistem birokrasi dan pelaporan di bawahnya tidak berjalan efektif?

Secara realistis, tindakan ini adalah perpaduan dari keduanya, namun dengan bobot yang berbeda tergantung pada intensi dan dampaknya.

1. Sinyal Birokrasi yang Tidak Jalan (Akar Masalah)

Kebutuhan pimpinan tertinggi untuk blusukan sering kali menjadi alarm merah bahwa ada masalah struktural dalam birokrasi:

Filter Informasi: Pimpinan tidak mendapatkan gambaran utuh dan jujur tentang kondisi riil di lapangan. Laporan yang sampai ke meja mereka sudah “diperhalus” oleh berbagai tingkat jabatan di bawahnya (fenomena “ASAL BAPAK SENANG” – ABS).

Ketidakpercayaan pada Staf: Tindakan turun langsung menunjukkan kurangnya keyakinan pimpinan terhadap data dan kinerja yang dilaporkan oleh jajaran di bawahnya, mulai dari camat, dinas, hingga menteri.

Lambatnya Respons: Masalah-masalah kecil di tingkat akar rumput tidak tertangani karena prosedur yang berbelit atau kurangnya inisiatif dari pejabat pelaksana. Blusukan menjadi jalan pintas (jalan darurat) untuk mempercepat pengambilan keputusan.

Menggantikan Peran Bawahan: Ketika pemimpin melakukan tugas yang seharusnya bisa diselesaikan oleh pejabat teknis (misalnya mengecek kebersihan pasar atau kualitas jalan), ini mengindikasikan bahwa sistem delegasi dan pengawasan telah gagal.

Dalam konteks ini, blusukan adalah obat darurat, bukan solusi permanen. Jika terus menerus dilakukan, itu berarti sistem birokrasi sakit kronis.

2. Dimensi Pencitraan dan Kepemimpinan (Efek Samping)

Tidak dapat dimungkiri, setiap tindakan publik seorang pemimpin akan selalu mengandung unsur pencitraan:

Kedekatan Emosional: Turun ke lapangan menciptakan citra pemimpin yang merakyat, peduli, dan bekerja keras, yang sangat efektif dalam membangun dukungan politik. Momen interaksi dengan rakyat kecil akan selalu menjadi headline positif di media.

Motivasi dan Pengawasan: Kehadiran pimpinan tertinggi di lapangan memberikan efek kejut dan motivasi bagi jajaran di bawahnya untuk segera bertindak. Ini adalah bentuk pengawasan langsung yang mengirimkan pesan tegas: “Saya mengawasi dan saya tahu kondisi sebenarnya.”

Transparansi Tindakan: Bagi publik, menyaksikan pemimpin turun langsung memberikan rasa aman bahwa masalah mereka didengar dan diatasi, terlepas dari motif politiknya.

Kesimpulan: Blusukan sebagai Diagnosa, Bukan Terapi Utama

Pimpinan tertinggi turun ke lapangan harus dilihat sebagai alat diagnostik yang powerful, bukan sebagai strategi pemerintahan sehari-hari.

Jika blusukan menghasilkan perbaikan sistem birokrasi, penindakan tegas terhadap pejabat yang lalai, dan perubahan kebijakan yang didasari temuan lapangan, maka tindakan tersebut adalah katalisator untuk perubahan sistem.

Namun, jika blusukan hanya menghasilkan selfie dan janji yang tidak ditindaklanjuti dengan perbaikan sistemik, maka itu hanyalah pencitraan semata yang menutup-nutupi kegagalan birokrasi untuk berfungsi secara mandiri dan efektif.

Pemerintahan yang ideal adalah di mana pimpinan tertinggi tidak perlu blusukan karena sistem birokrasi, dari level paling bawah, sudah bekerja secara otomatis, jujur, dan responsif.

  • Penulis: Palembanglipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sriwijaya FC Ingin Tantang Sumsel United di Laga Uji Coba Jelang Liga 2

    Sriwijaya FC Ingin Tantang Sumsel United di Laga Uji Coba Jelang Liga 2

    • visibility 82
    • 0Komentar

    PALEMBANG — Sriwijaya FC (SFC) berencana menggelar laga uji coba bergengsi melawan tim sekota, Sumsel United, sebelum kompetisi Liga 2 atau yang kini dikenal sebagai “Championship” dimulai. Rencana ini muncul sebagai respons atas mundurnya jadwal kompetisi, memberikan waktu tambahan bagi tim untuk mematangkan skuad. Pelatih kepala SFC, Achmad Zulkifli, menyatakan bahwa timnya membutuhkan lawan tanding […]

  • Standar Pendidikan Pejabat Publik Digugat, MK Dorong Perubahan Lewat Jalur Legislasi

    Standar Pendidikan Pejabat Publik Digugat, MK Dorong Perubahan Lewat Jalur Legislasi

    • visibility 90
    • 0Komentar

    Polemik mengenai standar pendidikan bagi pejabat publik kembali mencuat. Seorang warga bernama Hanter Oriko Siregar menggugat persyaratan pendidikan yang dinilai terlalu rendah bagi anggota DPR, DPRD, presiden, wakil presiden, hingga kepala daerah. Dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan nomor perkara 154/PUU-XXIII/2025, Hanter berargumen bahwa pejabat publik setingkat itu seharusnya minimal berpendidikan sarjana (S1). Hanter […]

  • Anak Pasien Marahi Dokter di RSUD Sekayu

    Anak Pasien Marahi Dokter di RSUD Sekayu

    • visibility 87
    • 0Komentar

    Seorang anak pasien memarahi dokter di RSUD Sekayu. Menurut anak pasien tersebut, dia merasa yakin bahwa masuk kamar VVIP akan membuat pelayanan medis menjadi lebih cepat. Ia mengatakan, jika pelayanannya lambat dan harus menunggu, lebih baik menggunakan BPJS saja. “Kita enggak mau pakai BPJS, enggak mau dimain-mainkan seperti kamu ini ya, kamu paham ya,” ujar […]

  • Gubernur Herman Deru Apresiasi Donor Darah Massal Paguyuban Tionghoa: Bukti Sumsel Kompak

    Gubernur Herman Deru Apresiasi Donor Darah Massal Paguyuban Tionghoa: Bukti Sumsel Kompak

    • visibility 76
    • 0Komentar

    Palembang – Sebuah aksi kemanusiaan mewarnai peringatan HUT ke-80 RI di Sumatera Selatan. Lebih dari 1.300 warga berpartisipasi dalam donor darah massal yang digelar oleh Paguyuban Tionghoa se-Sumsel di YAP Ballroom Palembang, Minggu (24/8/2025). Gubernur Sumsel @Hermanderu67 hadir langsung di lokasi bersama Ketua PMI Sumsel Hj. Feby Deru. Kehadiran mereka disambut antusias para pendonor yang […]

  • Empat Debt Collector Culik dan Bunuh Kepala Cabang Bank BUMN

    Empat Debt Collector Culik dan Bunuh Kepala Cabang Bank BUMN

    • visibility 77
    • 0Komentar

    Palembanglipp – Empat pelaku penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), ternyata sehari-hari bekerja sebagai debt collector. Fakta ini terungkap dari keterangan warga Johar Baru, Jakarta Pusat, tempat para pelaku tinggal selama dua bulan terakhir. Ketua RT setempat, Sella (43), mengaku terkejut saat mengetahui penangkapan yang dilakukan oleh pihak […]

  • Gubernur Herman Deru Pimpin Apel HUT Pramuka Ke-64 di Palembang, Ingatkan Peran Penting Pemuda

    Gubernur Herman Deru Pimpin Apel HUT Pramuka Ke-64 di Palembang, Ingatkan Peran Penting Pemuda

    • visibility 98
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Selatan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-64. Bertempat di Bumi Perkemahan Gandus, Palembang, Kamis (28/8/2025), acara apel berlangsung meriah dan khidmat dengan dihadiri oleh ratusan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, hadir sebagai Inspektur Upacara pada apel tersebut. Dalam amanatnya, Gubernur […]

expand_less
Skip to toolbar