Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dukungan Penuh Integrasi Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Investasi Capai Rp26 Triliun

  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

Jakarta — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan integrasi jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat sebagai proyek strategis untuk memperkuat konektivitas dan logistik kawasan Sumatera.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pemerintah Provinsi Sumsel, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra,M.H. Dalam sambutan tertulis gubernur yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan tonggak penting pembangunan ekosistem logistik terintegrasi di Sumatera Selatan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kami menyampaikan salam hormat dari Bapak Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang sejatinya sangat berharap dapat hadir langsung. Namun, karena agenda kedinasan lain yang tidak dapat ditinggalkan, beliau menugaskan kami untuk mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada kesempatan penting ini,” ujar Edward.

Edward mengatakan proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat memiliki arti strategis bagi masa depan Sumsel karena akan menjadi gerbang logistik utama Sumatera Selatan, simpul konektivitas ekspor-impor regional, motor penggerak hilirisasi sumber daya alam, sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi kawasan.

Menurutnya, integrasi pelabuhan dengan jaringan jalan tol akan memangkas biaya logistik, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat daya saing investasi daerah.

“Kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, dan dunia usaha menunjukkan bahwa pembangunan besar hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat,” katanya.

Edward menambahkan, Pemprov Sumsel akan memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek strategis tersebut melalui sinkronisasi tata ruang, dukungan regulasi daerah, koordinasi lintas kabupaten/kota, serta fasilitasi penyelesaian berbagai hambatan di lapangan.

Dalam nota kesepahaman itu, Pemerintah Provinsi Sumsel bertindak sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab mendukung sinkronisasi tata ruang, koordinasi daerah, dan dukungan kebijakan daerah.

Edward menegaskan proyek tersebut diyakini akan memberikan multiplier effect besar bagi perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja baru, tumbuhnya kawasan industri, mendorong hilirisasi batu bara dan komoditas unggulan, hingga memperkuat posisi Sumsel sebagai pusat logistik dan industri di Pulau Sumatera.

“Dengan semangat Sumsel Maju Terus untuk Semua, kami siap bersinergi memastikan proyek strategis ini berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan lanjutan backbone Jalan Tol Trans Sumatera yang saat ini telah tersambung hingga Sumatera Selatan dan ditargetkan mencapai Jambi pada akhir 2026.

Menurut Todotua, proyek baru tersebut berupa pembangunan interkoneksi jalan tol dari pintu Tol Betung menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer.

“Dari backbone Tol Sumatera nantinya di pintu Tol Betung akan ada interline lagi tol menuju Tanjung Carat sekitar 80 kilometer. Kemudian ruas existing Palembang–Prabumulih juga akan didorong lagi sekitar 37 kilometer sampai Muara Enim,” kata Todotua.

Ia menjelaskan pembangunan tersebut dilakukan untuk mendekatkan akses terhadap kawasan sumber daya alam dan pusat distribusi komoditas unggulan di Sumatera Selatan.

“Total investasi pembangunan tol ini kurang lebih sekitar Rp26 triliun,” ujarnya.

Todotua menambahkan, proyek jalan tol dan pelabuhan tersebut akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu proses pengadaan lahan, sedangkan pembangunan konstruksi jalan tol akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya.

Ia optimistis keberadaan tol dan pelabuhan baru tersebut akan memberikan dampak ekonomi besar tidak hanya bagi Sumatera Selatan, tetapi juga wilayah sekitar seperti Jambi, terutama dalam meningkatkan distribusi dan hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lepas Ekspor Produk Kelapa, OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah di Sumsel

    Lepas Ekspor Produk Kelapa, OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah di Sumsel

    • visibility 50
    • 0Komentar

    Palembang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran sektor jasa keuangan untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah (PED) berbasis komoditas unggulan. Hal itu diwujudkan dalam pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan komoditas lainnya yang dilakukan Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas […]

  • Pemerintah Kembangkan Lumbung Pangan Baru di Papua Selatan

    Pemerintah Kembangkan Lumbung Pangan Baru di Papua Selatan

    • visibility 171
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat program swasembada pangan, energi, dan air, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Salah satu inisiatif utamanya adalah pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam di Merauke, Papua Selatan. Kawasan ini digadang-gadang akan menjadi lumbung pangan baru di Indonesia Timur berkat potensi lahan rawa seluas […]

  • Tak Hanya Riau dengan Pacu Jalur, Palembang Punya “Bidar” yang Tak Kalah Meriah

    Tak Hanya Riau dengan Pacu Jalur, Palembang Punya “Bidar” yang Tak Kalah Meriah

    • visibility 223
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Ketika mendengar kata “Pacu Jalur,” ingatan kita langsung tertuju pada perhelatan budaya yang megah di Riau. Namun, jangan salah, Palembang juga memiliki tradisi lomba perahu dayung yang tak kalah meriah dan sarat makna, yaitu “Bidar”. Bidar merupakan lomba perahu tradisional yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan hari-hari besar di Palembang, seperti Hari […]

  • Polres Prabumulih Bekuk Pengedar Sabu Warga Lampung di Majasari, Kotak Surya 16 Disita

    Polres Prabumulih Bekuk Pengedar Sabu Warga Lampung di Majasari, Kotak Surya 16 Disita

    • visibility 36
    • 0Komentar

    Prabumulih— Polres Prabumulih jajaran Polda Sumatera Selatan kembali mengungkap kasus peredaran narkotika dengan menangkap seorang tersangka asal Provinsi Lampung yang diduga terlibat dalam distribusi sabu di wilayah Kota Prabumulih. Penangkapan dilakukan oleh personel Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih di Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, pada Minggu malam, 10 Mei 2026, […]

  • PLN UID S2JB Dorong UMKM Jambi Kuasai Pemasaran Digital, Produk Lokal Dibekali Strategi Tembus Pasar Lebih Luas

    PLN UID S2JB Dorong UMKM Jambi Kuasai Pemasaran Digital, Produk Lokal Dibekali Strategi Tembus Pasar Lebih Luas

    • visibility 28
    • 0Komentar

    Jambi – Upaya mendorong UMKM naik kelas tidak lagi cukup hanya melalui peningkatan kualitas produk. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital, kemampuan memasarkan produk melalui platform online menjadi faktor penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha. Sebagai pembina Rumah BUMN Jambi, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID […]

  • Viral!  Bakat Muda Terganjal Biaya, Gagal Masuk Madura United EPA U-20

    Viral! Bakat Muda Terganjal Biaya, Gagal Masuk Madura United EPA U-20

    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sebuah unggahan di media sosial, yang kini menjadi viral, kembali mengungkap sisi gelap seleksi sepak bola di Indonesia. Melalui akun @ajikusumaa5 di TikTok, kisah pilu seorang pesepak bola muda menjadi sorotan setelah gagal menembus skuad Elite Pro Academy (EPA) U-20 Madura United. Bukan karena kurangnya talenta, melainkan karena ia tak sanggup membayar sejumlah uang yang […]

expand_less