Breaking News
light_mode
Trending Tags

Perkuat Ekosistem Waste-to-Energy, PLN Siap Dukung Proyek PLTSa di Seluruh Indonesia

  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 152
  • comment 0 komentar

Jakarta — PT PLN (Persero) menegaskan kesiapan dan komitmennya dalam mendukung ekosistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Indonesia sebagai _offtaker_ dari proyek-proyek _waste-to-energy_ yang diinisiasi pemerintah bersama para pengembang.

Dukungan tersebut disampaikan dalam acara Bloomberg Technoz Ecoverse yang diselenggarakan Bloomberg Technoz di Jakarta pada Kamis (20/11).

Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dalam pidatonya menyampaikan bahwa Indonesia akan membangun PLTSa mulai tahun depan.

“Melalui Danantara, Indonesia sudah berkomitmen membangun PLTSa, di mana tujuh proyek direncanakan dibangun pada 2026,” kata Airlangga.

Airlangga menyatakan bahwa pembangunan PLTSa ini sangat penting untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata Indonesia. Ia menilai bahwa kota yang bebas dari sampah akan membantu memperbaiki ekosistem pariwisata.

Selain itu, tambah Airlangga, pembangunan pembangkit EBT ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menargetkan agar pembangunan PLTSa sebagai proyek _waste-to-energy_ ini sudah dapat terealisasi di seluruh provinsi di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

“Presiden Prabowo Subianto menargetkan pada 2029, sebanyak 33 PLTSa sudah terbangun dan tersebar di berbagai provinsi Indonesia, khususnya untuk daerah-daerah yang memiliki permasalahan sampah,” tuturnya.

Managing Director Investment Danantara Indonesia, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menyampaikan bahwa proyek _waste-to-energy_ merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus menyediakan energi bersih secara berkelanjutan.

“Indonesia punya peluang menjaga kehidupan melalui _waste-to-energy_. Namun, tidak ada yang bisa melakukannya sendiri. Proyek ini hanya mungkin apabila ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Stefanus.

Ia menambahkan dalam pengembangan ekosistem PLTSa, Danantara telah menugaskan PLN sebagai _offtaker_ listrik yang dihasilkan pembangkit tersebut. Dalam pelaksanaannya, Danantara berkoordinasi dengan PLN sembari berperan sebagai orkestrator.

“Tanpa solusi sistemik, kolaboratif, dan terukur, tidak akan ada keberlanjutan kehidupan ekonomi ke depan,” kata Stefanus.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN siap menjalankan peran sebagai _offtaker_ untuk memastikan seluruh proyek PLTSa dapat berjalan dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional.

“PLN mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam percepatan pembangunan PLTSa. Peran kami adalah memastikan kesiapan jaringan, memberikan kepastian _offtake_, serta membuka ruang kerja sama dengan para pengembang,” ujarnya.

Darmawan menjelaskan bahwa PLN juga terus melakukan penguatan sistem kelistrikan di wilayah prioritas pengembangan PLTSa. Termasuk, menyiapkan infrastruktur transmisi dan distribusi yang andal agar setiap PLTSa dapat segera terhubung dan masuk ke dalam sistem.

“Integrasi ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus memastikan pemanfaatan energi dari sampah dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Sementara itu Executive Vice President Aneka Energi Baru Terbarukan PLN, Daniel K. F. Tampubolon, dalam sesi diskusi panel berjudul “From Waste to Watt: Bringing a Greener Indonesia” menegaskan bahwa pengembangan PLTSa telah menjadi bagian penting dalam perencanaan energi nasional.

“Dalam RUPTL 2025–2034 yang kami luncurkan bersama pemerintah pada Mei 2025, _waste-to-energy_ sudah kami masukkan sebagai salah satu pilar pengembangan energi baru terbarukan, khususnya dalam kategori bioenergi. Artinya, PLTSa sudah sepenuhnya _align_ dengan peta jalan transisi energi nasional,” ujar Daniel.

Daniel menjelaskan bahwa pengembangan PLTSa membutuhkan skema investasi yang matang dan minim risiko, selain itu tantangan yang harus dihadapi untuk menyukseskan proyek PLTSa di antaranya yaitu penerapan prinsip _Reduce_, _Reuse_, dan _Recycle_ (3R), sehingga komposisi sampah yang menjadi sumber energi dapat lebih optimal.

“Kami melihat banyak lesson learned dari proyek-proyek sebelumnya. Karena 3R belum sepenuhnya siap, maka diperlukan upaya _de-risking_ investasi. PLN sebagai _the extension of the state_ mengambil peran penting untuk menjawab kebutuhan ini,” pungkas Daniel.

*Narahubung*
Gregorius Adi Trianto
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN
Telp. 021 7261122
Facs. 021 7227059

 

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brigjen Hisar Siallagan: BNNP Sumsel Komitmen Berantas Narkoba hingga ke Akar

    Brigjen Hisar Siallagan: BNNP Sumsel Komitmen Berantas Narkoba hingga ke Akar

    • visibility 163
    • 0Komentar

    Palembang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan memimpin langsung penggerebekan di kawasan yang dikenal sebagai sarang peredaran gelap narkoba di wilayah Palembang. Aksi yang dilakukan pada Jumat (7/11/2025) itu melibatkan tim gabungan dari BNNP Sumsel, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, serta personel TNI. Operasi yang dipimpin Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Siallagan […]

  • Kejadian Unik Saat Upacara Peringatan HUT RI ke 80 di Morowali

    Kejadian Unik Saat Upacara Peringatan HUT RI ke 80 di Morowali

    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kejadian Unik Upacara HUT ke-80 RI di Morowali Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Morowali berlangsung khidmat meski diguyur hujan. Ribuan peserta tetap berdiri tegak, menjaga barisan, dan memberikan penghormatan terbaik untuk Sang Saka Merah Putih. Namun, di balik kekhidmatan itu, ada satu momen unik dan berkesan yang menjadi perhatian hadirin. […]

  • Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Salurkan Ratusan Paket Bantuan Melalui Program Mengetuk Pintu Langit

    Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Salurkan Ratusan Paket Bantuan Melalui Program Mengetuk Pintu Langit

    • visibility 36
    • 0Komentar

    Palembang – Setelah sukses dilaksanakan secara konsisten pada Januari dan Februari 2026, PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel kembali melanjutkan Program Pegadaian Peduli Mengetuk Pintu Langit (MPL) sepanjang Maret hingga April 2026. Program yang menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan tersebut terus dijalankan secara rutin setiap bulan sebagai wujud nyata […]

  • PLN Peduli Bangun Harapan di Air Saleh, Sekolah Baru Siap Buka Akses Pendidikan bagi Generasi Muda Banyuasin

    PLN Peduli Bangun Harapan di Air Saleh, Sekolah Baru Siap Buka Akses Pendidikan bagi Generasi Muda Banyuasin

    • visibility 26
    • 0Komentar

    Banyuasin– Semangat belajar ratusan pelajar di Kecamatan Air Saleh, Kabupaten Banyuasin, kini mendapat dukungan baru. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang menghadirkan fasilitas pendidikan baru berupa pembangunan gedung SMA Hasyim Asy’ari yang berada di bawah naungan Yayasan Miftahul Ulum Enggal Rejo, Desa […]

  • Herman Deru Optimistis Program Sultan Muda Sumsel Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    Herman Deru Optimistis Program Sultan Muda Sumsel Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    • visibility 42
    • 0Komentar

    Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru optimistis Program Sultan Muda Sumsel akan terus berkembang dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui lahirnya wirausahawan muda di berbagai sektor usaha. Optimisme tersebut disampaikan Herman Deru usai melakukan eksplorasi Program Sultan Muda Sumsel bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel Bambang Pramono, Kepala […]

  • DPR Tanpa Kotak Snack? Habiburokhman Usulkan Air Putih Saja di Ruang Rapat

    DPR Tanpa Kotak Snack? Habiburokhman Usulkan Air Putih Saja di Ruang Rapat

    • visibility 171
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rapat-rapat di DPR yang selama ini identik dengan sajian makanan ringan atau snack di meja, kini menjadi sorotan. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyetujui jika ada usulan untuk meniadakan kotak camilan tersebut. Melansir dari kompas, Menurutnya, hal ini bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam rapat-rapat yang padat. “Snack itu ya, menurut saya […]

expand_less