Studi Banding BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP: Momentum Kolaborasi, Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial
- calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
- visibility 58
- comment 0 komentar

Di era digital, media sosial telah menjadi alat komunikasi massa yang sangat efektif – termasuk bagi gerakan mahasiswa. Kunjungan studi banding antara BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP seharusnya dimaknai lebih dari sekadar foto bersama dan pertukaran cenderamata; ia adalah kesempatan strategis untuk membangun jaringan komunikasi digital yang kuat, menyelaraskan narasi, dan menggalang aksi kolektif yang bertanggung jawab. Penggunaan media sosial yang tepat dapat mengubah momentum seremonial menjadi gerakan yang berdampak nyata.
Media sosial mempermudah penyebaran informasi, pemobilisasian massa, dan pembentukan opini publik. BEM sebagai organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk memakai platform tersebut secara etis dan efektif. Ketika dua organisasi bertemu dalam studi banding, mereka berpotensi menyusun strategi komunikasi terpadu: menetapkan tujuan pesan, memetakan audiens (mahasiswa, dosen, masyarakat), serta mengembangkan konten edukatif yang bukan sekadar viral tetapi juga substansial. Dengan demikian, media sosial tidak lagi menjadi alat pencitraan semata, melainkan instrumen advokasi, pendidikan publik, dan kolaborasi lintas-kampus.
Pentingnya literasi media menjadi aspek yang tak terpisahkan. Gerakan mahasiswa harus peka terhadap etika digital: verifikasi fakta sebelum share, menjaga data pribadi anggota, serta menolak narasi hoaks. Selain itu, pemilihan platform juga strategis – Instagram cocok untuk kampanye visual dan engagement mahasiswa muda; Kotak Suara efektif untuk opini cepat dan advokasi; YouTube dan TikTok dapat digunakan untuk menjelaskan isu kompleks lewat video pendek yang informatif. Kombinasi platform yang tepat, didukung kalender komunikasi bersama antara kedua BEM, akan membuat pesan menjadi konsisten dan berdampak.
Namun risiko juga nyata: polarisasi opini, penyalahgunaan informasi, dan potensi penurunan kualitas diskursus. Untuk itu, studi banding harus menghasilkan pedoman bersama terkait tata kelola media sosial- termasuk standar verifikasi, kode etik penyebaran, mekanisme klarifikasi publik, dan prosedur koordinasi saat krisis. Jika kedua BEM menyusun protokol yang jelas, setiap kampanye akan lebih terukur dan bertanggung jawab.
5W + 1H
• Who (Siapa): BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP sebagai pelaku utama; audiens: mahasiswa, civitas akademika, dan publik umum.
• What (Apa): Pemanfaatan media sosial sebagai alat komunikasi massa untuk advokasi, edukasi, dan kolaborasi antarorganisasi mahasiswa.
• When (Kapan): Momen studi banding sebagai titik awal; dilanjutkan dengan jadwal kampanye digital yang terencana sepanjang semester.
• Where (Di mana): Di platform media sosial (Instagram,YouTube, TikTok) serta kanal resmi kampus.
• Why (Mengapa): Untuk mengoptimalkan jangkauan, membangun narasi bersama, memobilisasi aksi, dan meningkatkan literasi digital di kalangan mahasiswa.
• How (Bagaimana): Melalui penyusunan strategi komunikasi terpadu, pembuatan pedoman etika, pelatihan literasi media, dan evaluasi berkala atas performa kampanye.
Kontribusi / Solusi yang Ditawarkan
1. Pedoman Komunikasi Bersama: Menyusun SOP publikasi, verifikasi fakta, dan protokol respons krisis untuk mengurangi hoaks dan miskomunikasi.
2. Kalender Konten Kolaboratif: Merancang tema bulanan yang sinkron antar-BEM untuk memperkuat pesan dan memaksimalkan engagement.
3. Pelatihan Literasi Digital: Workshop bersama tentang fact-checking, manajemen krisis media sosial, dan pembuatan konten bermutu.
4. kultum, mencari topik2 yang menarik dan relevan dengan saat ini agar menarik minat bagi genZ Mencari pemateri yang kompeten agar kegiatan tidak monoton
5. Tim Media Terintegrasi: Membentuk tim gabungan yang bertugas memproduksi materi, monitoring, dan analitik untuk menilai efektivitas kampanye.
6. Platform Dialog Terbuka: Mengadakan live discussion, webinar, atau forum online bersama civitas untuk meningkatkan kualitas diskursus publik.
7. Evaluasi dan Publikasi Hasil: Rutin merilis laporan capaian kampanye untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
- Penulis: Palembanglipp

Saat ini belum ada komentar