Antisipasi Musim Hujan 2025: Dinkes Palembang Perkuat Gerakan 3M untuk Lawan DBD
- calendar_month Senin, 25 Agt 2025
- visibility 8
- comment 0 komentar

PALEMBANG – Menjelang musim penghujan tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mengambil langkah sigap dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat Gerakan 3M Plus sebagai benteng utama melawan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Imbauan ini menjadi sangat krusial mengingat kasus DBD kerap melonjak drastis seiring dengan meningkatnya intensitas hujan.
Kepala Dinkes Palembang, dr. Fenty Aprina, menegaskan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah kunci. “Menghadapi musim hujan 2025, PHBS melalui Gerakan 3M Plus harus kita galakkan bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh warga Palembang,” ujarnya.
Gerakan 3M Plus meliputi:
Menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, dan vas bunga secara rutin.
Menutup rapat semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur.
Mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air dan berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Plus langkah-langkah tambahan seperti menaburkan bubuk larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan kelambu, dan memasang kawat anti nyamuk.
Lebih lanjut, dr. Fenty mengungkapkan bahwa upaya pencegahan ini terus digencarkan. Dinkes Palembang, melalui 41 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan, secara masif melakukan sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat, baik di lingkungan permukiman, sekolah, maupun perkantoran.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
“Dengan perilaku hidup bersih dan sehat, kita bisa memutus rantai penyebaran DBD. Langkah 3M Plus terbukti sangat efektif dalam menekan populasi nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD,” jelasnya.
Fenty juga menambahkan, berdasarkan data terbaru, kasus DBD di Palembang tidak hanya terjadi saat musim hujan, tetapi juga pada musim kemarau.
“Dalam beberapa bulan terakhir saja, kami mencatat lebih dari 400 kasus DBD di Kota Palembang. Ini menunjukkan bahwa ancaman DBD ada sepanjang tahun, dan kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” tambahnya.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari DBD.
- Penulis: Palembanglipp
Saat ini belum ada komentar