Breaking News
light_mode
Trending Tags

Herman Deru: Ekonomi Syariah Harus Jadi Kekuatan Baru Penggerak Pertumbuhan Sumsel

  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa ekonomi syariah harus menjadi salah satu kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang digelar di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Jumat (5/6/2026), bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.

Menurut Herman Deru, kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Selatan sebagai tuan rumah FESyar Regional Sumatera merupakan kesempatan strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

“Saya langsung menyambut baik dan memprioritaskan kegiatan ini. Sumatera Selatan memiliki penduduk muslim sekitar 90 persen. Ketika Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah karena ini merupakan rangkaian road to festival nasional, saya sangat gembira,” ujarnya.

Meski memiliki potensi besar, Herman Deru menilai pemanfaatan layanan keuangan syariah masih belum sebanding dengan jumlah penduduk muslim yang ada. Karena itu, perlu dilakukan upaya bersama untuk meningkatkan penerimaan dan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah.

“Ini menjadi pertanyaan bersama. Apakah sosialisasinya yang kurang atau penerimaannya yang masih rendah. Penyebabnya harus kita cari tahu agar ekonomi dan keuangan syariah semakin berkembang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penerapan prinsip syariah harus diwujudkan dalam perilaku ekonomi yang jujur, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan.

“Syariah itu bukan hanya label, tetapi perilaku. Bagaimana kita berekonomi dengan cara yang baik, transparan, dan sesuai prinsip syariah, sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bahkan banyak usaha yang mungkin tidak berlabel syariah, tetapi praktiknya sudah mencerminkan nilai-nilai syariah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami konsep ekonomi syariah melalui peningkatan literasi dan edukasi yang berkelanjutan.

“Literasi keuangan syariah harus didorong lebih cepat lagi agar semakin marak dan tersosialisasi. Harus masuk ke sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi agar generasi muda memahami dan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi syariah,” katanya.

Lebih lanjut, Herman Deru menyampaikan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil diraih Sumsel sebagai modal memperkuat ekonomi daerah, termasuk ekonomi syariah. Sumsel saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera setelah Riau, meraih penghargaan nasional dalam pengendalian inflasi, serta menjadi daerah dengan capaian terbaik dalam digitalisasi keuangan daerah.

“Kami terus membangun fondasi ekonomi yang kuat, termasuk pembangunan pelabuhan samudera yang akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Sumsel. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu hadir mendampingi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Pada pembukaan FESyar 2026 turut dilakukan penyerahan Sultan Muda Santri Card, komitmen ekspor perdana produk olahan kelapa, kerupuk, dan rempah-rempah ke Tiongkok, serta penyaluran pembiayaan mikro kepada pelaku usaha.

Herman Deru menilai Program Sultan Muda yang telah menjangkau sekitar 9.900 peserta merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak pelaku usaha muda yang mampu membuka lapangan kerja baru.

“Kalau satu youngpreneur mampu mengajak lima orang saja dalam usahanya, maka puluhan ribu Sultan Muda baru akan lahir dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” katanya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyoroti masih rendahnya pangsa pasar perbankan syariah nasional yang berada di kisaran 8 persen. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama mengingat potensi ekonomi syariah Indonesia sangat besar.

Destry menyebut sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain kapasitas produksi, standardisasi, sertifikasi halal, akses pasar, ketersediaan pembiayaan syariah yang kompetitif, serta tingkat pemahaman masyarakat yang masih terbatas terhadap ekonomi syariah.

FESyar Regional Sumatera 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” dan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasien 62 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi RS AR Bunda, Polres Prabumulih Olah TKP

    Pasien 62 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi RS AR Bunda, Polres Prabumulih Olah TKP

    • visibility 52
    • 0Komentar

      PRABUMULIH — Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Polres Prabumulih merespons cepat laporan masyarakat terkait temuan jenazah seorang pria di RS AR Bunda, Selasa, 28 April 2026. Laporan diterima melalui layanan Call Center 110 sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh piket fungsi kepolisian. Personel SPKT, Reskrim, serta Tim Identifikasi segera bergerak ke lokasi […]

  • Guru Honorer 33 Tahun di Sukabumi: Pengabdian Tanpa Batas, Gaji Terbatas

    Guru Honorer 33 Tahun di Sukabumi: Pengabdian Tanpa Batas, Gaji Terbatas

    • visibility 197
    • 0Komentar

    Palembanglipp- Di balik perbukitan Sukabumi, ada kisah pengabdian luar biasa dari seorang guru honorer bernama Saryono. Selama 33 tahun, ia mendedikasikan hidupnya untuk mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegalpanjang. Namun, di usia 55 tahun, kisahnya viral bukan karena kesuksesan finansial, melainkan karena pengorbanan yang tak terhitung. Setiap hari, Pak Saryono menempuh perjalanan berat untuk bisa […]

  • Opini: Pimpinan Tertinggi Turun ke Lapangan, Pencitraan atau Sinyal Sistem Birokrasi yang Macet?

    Opini: Pimpinan Tertinggi Turun ke Lapangan, Pencitraan atau Sinyal Sistem Birokrasi yang Macet?

    • visibility 178
    • 0Komentar

    Fenomena pimpinan tertinggi negara atau daerah yang kerap kali turun langsung ke lapangan (blusukan) selalu memicu perdebatan publik: apakah ini murni pencitraan untuk mendulang popularitas, atau justru indikasi serius bahwa sistem birokrasi dan pelaporan di bawahnya tidak berjalan efektif? Secara realistis, tindakan ini adalah perpaduan dari keduanya, namun dengan bobot yang berbeda tergantung pada intensi […]

  • Sekda Sumsel Edward Candra Pengadaan dan Belanja Harus Dilakukan Transparan

    Sekda Sumsel Edward Candra Pengadaan dan Belanja Harus Dilakukan Transparan

    • visibility 19
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menegaskan pentingnya pelaksanaan konsolidasi pengadaan barang dan jasa sebagai upaya meningkatkan efisiensi belanja pemerintah, memperkuat penggunaan produk dalam negeri, serta mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel. Penegasan tersebut disampaikan Edward Candra saat memberikan sambutan pada acara Penandatanganan Kontrak Payung Konsolidasi […]

  • PLN UID S2JB Dorong UMKM Jambi Kuasai Pemasaran Digital, Produk Lokal Dibekali Strategi Tembus Pasar Lebih Luas

    PLN UID S2JB Dorong UMKM Jambi Kuasai Pemasaran Digital, Produk Lokal Dibekali Strategi Tembus Pasar Lebih Luas

    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jambi – Upaya mendorong UMKM naik kelas tidak lagi cukup hanya melalui peningkatan kualitas produk. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital, kemampuan memasarkan produk melalui platform online menjadi faktor penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha. Sebagai pembina Rumah BUMN Jambi, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID […]

  • Ustaz Khalid Basalamah  Penuhi Panggilan KPK , Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Kuota Haji

    Ustaz Khalid Basalamah Penuhi Panggilan KPK , Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Kuota Haji

    • visibility 172
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan kuota haji tahun 2023–2024 di Kementerian Agama. Dalam upaya mengungkap praktik rasuah ini, penyidik KPK memanggil Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Direktur sekaligus pemilik PT Zahra Oto Mandiri, yang dikenal sebagai Uhud Tour. Khalid Basalamah hadir memenuhi panggilan pada Selasa, 9 September 2025, […]

expand_less