Breaking News
light_mode
Trending Tags

Waspada Karhutla: Titik Panas di Sumsel Melonjak Tajam Sepanjang Agustus

  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 152
  • comment 0 komentar

Palembang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluarkan peringatan keras terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah mencatat kenaikan signifikan jumlah titik panas di bulan Agustus. Meskipun angka titik panas secara keseluruhan pada Agustus 2025 menunjukkan penurunan drastis dibandingkan bulan sebelumnya, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat pola puncak kemarau yang biasanya terjadi pada akhir Agustus hingga September.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah titik panas di Sumsel sepanjang 1-19 Agustus mencapai 103 titik. Angka ini memang jauh lebih rendah dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 1.321 titik. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kondisi hujan yang masih melanda beberapa wilayah Sumsel. Namun, tren harian menunjukkan adanya peningkatan setelah sempat nihil pada beberapa hari di awal bulan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa meskipun jumlahnya menurun, titik panas yang terdeteksi tetap menjadi perhatian serius. Ia menjelaskan bahwa prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan bahwa pada akhir Agustus dan September, potensi curah hujan akan berkurang. Hal ini akan menyebabkan permukaan lahan, terutama lahan gambut, menjadi lebih kering dan rentan terbakar.
“Prediksi kami memang di akhir Agustus hingga September nanti hujannya akan berkurang sehingga menyebabkan keringnya permukaan lahan yang berpotensi mudahnya terbakar,” ujar Sudirman.

Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar di Sumsel sepanjang tahun 2025 telah mencapai 1.416,9 hektare. Beberapa wilayah seperti Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim ditetapkan sebagai zona merah karhutla. Pihak kepolisian bahkan telah memasang garis polisi (police line) di beberapa lokasi kebakaran untuk penyelidikan lebih lanjut, seperti yang terjadi di Musi Banyuasin.
Untuk mengantisipasi memburuknya situasi, Pemerintah Provinsi Sumsel telah menerima bantuan enam helikopter dari BNPB, terdiri dari empat helikopter water bombing dan dua helikopter patroli. Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga telah dilakukan.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apapun, terutama di saat kondisi cuaca kering. Satuan tugas (Satgas) karhutla gabungan yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, dan Polri terus bersiaga penuh untuk melakukan pemantauan dan penindakan di lapangan. Deteksi titik panas digunakan sebagai dasar untuk segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi guna mencegah kebakaran meluas.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cucu Bung Hatta, Halida Hatta, Tampil Anggun dengan Kebaya Hitam di Perayaan 17 Agustus 2025

    Cucu Bung Hatta, Halida Hatta, Tampil Anggun dengan Kebaya Hitam di Perayaan 17 Agustus 2025

    • visibility 99
    • 0Komentar

    Jakarta – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2025 menjadi sorotan publik. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah putri bungsu Proklamator Mohammad Hatta, Halida Nuriah Hatta, yang tampil anggun mengenakan kebaya hitam. Kehadiran Halida Hatta dalam balutan kebaya berwarna gelap tersebut menjadi representasi dari keanggunan, kesederhanaan, dan kekuatan […]

  • Kabar Australia: Gaji AU0.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah

    Kabar Australia: Gaji AU$100.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah

    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sydney, Australia– Meski memiliki gaji tahunan sebesar AU$100.000, banyak warga Australia masih kesulitan memenuhi biaya sewa rumah di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne. Kenaikan harga sewa yang tajam dalam beberapa tahun terakhir membuat pendapatan yang tergolong tinggi pun belum tentu mencukupi untuk hidup nyaman. Krisis Sewa yang Semakin Parah Data terbaru dari CoreLogic menunjukkan […]

  • Gerak Cepat Polda Sumsel, Pelaku Pembunuhan di OKU Ditangkap di Muaro Jambi

    Gerak Cepat Polda Sumsel, Pelaku Pembunuhan di OKU Ditangkap di Muaro Jambi

    • visibility 90
    • 0Komentar

    Palembang – Tim Unit 1 Subdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengungkap kasus pembunuhan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Pelaku berinisial I.R. (45) ditangkap di Provinsi Jambi setelah sempat kabur usai menganiaya korban hingga meninggal dunia. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, 22 Oktober 2025, sekitar pukul […]

  • Nasib RUU Perampasan Aset Menggantung, Menkum: Tunggu Masuk Prolegnas 2026

    Nasib RUU Perampasan Aset Menggantung, Menkum: Tunggu Masuk Prolegnas 2026

    • visibility 112
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tampaknya masih harus bersabar. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum) Supratman Andi Agtas mengungkapkan bahwa kelanjutan RUU ini sangat bergantung pada penetapannya untuk masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2026 atau melalui revisi Prolegnas 2025 yang sedang berjalan. Pernyataan tersebut disampaikan Supratman saat ditemui di […]

  • Sorotan terhadap Data Ekonomi BPS: Realitas Lapangan dan Angka Statistik

    Sorotan terhadap Data Ekonomi BPS: Realitas Lapangan dan Angka Statistik

    • visibility 123
    • 0Komentar

    Komisi X DPR RI kembali menyoroti kinerja Badan Pusat Statistik (BPS) setelah BPS merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang mencapai 5,12% secara tahunan (year on year). Angka ini menuai kritik tajam dari anggota DPR, yang merasa data tersebut tidak selaras dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Politikus Partai Gerindra, La Tinro La Tunrung, dengan […]

  • Curhatan Suami Asal Lubuk Linggau, Istri Berubah Setelah Lulus P3K Paruh Waktu, 42 Hari Tak Pulang

    Curhatan Suami Asal Lubuk Linggau, Istri Berubah Setelah Lulus P3K Paruh Waktu, 42 Hari Tak Pulang

    • visibility 95
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS- Tega, itulah kata yang pas bagi seorang istri atas nama Riska Handayani (35) warga Lubuk Tua Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pasalnya, Riska diduga meninggalkan suaminya Ahmad Nasution (36) setelah lulus atau diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu staf Administrasi di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana […]

expand_less
Skip to toolbar