Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bus “Kaleng” Dilarang Masuk Kampus Unsri, Mahasiswa Mengeluh

  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 248
  • comment 0 komentar

Indralaya, 28 Agustus 2025 – Kebijakan baru Rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri) yang melarang bus angkutan umum non-Unsri, yang kerap dijuluki “bus kaleng”, masuk ke dalam area kampus Indralaya menuai keluhan dari para mahasiswa. Kebijakan ini diberlakukan untuk menertibkan lalu lintas dan meningkatkan keamanan di lingkungan kampus.

Sejak kebijakan ini diterapkan, bus-bus “kaleng” hanya diperbolehkan menurunkan dan menaikkan penumpang di gerbang utama Unsri. Akibatnya, mahasiswa yang tinggal di luar asrama dan biasa menggunakan bus tersebut harus berjalan kaki lebih jauh, setidaknya sekitar 1-2 kilometer, untuk sampai ke gedung perkuliahan.

Salah satu mahasiswa Fakultas Teknik, Rian (21), mengungkapkan kekecewaannya. “Saya harus jalan kaki jauh setiap hari. Ini sangat melelahkan, apalagi kalau siang hari panas terik. Kadang juga telat masuk kuliah karena harus jalan kaki,” keluhnya. Ia menambahkan bahwa bus “kaleng” menjadi pilihan utama karena tarifnya yang terjangkau dan rutenya yang fleksibel.

Di sisi lain, pihak rektorat melalui Kepala Bagian Humas Unsri, Dr. Nita Oktavia, M.Hum., menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang. “Kami ingin menata lalu lintas di dalam kampus agar lebih teratur dan mengurangi kemacetan.

Selain itu, keamanan mahasiswa juga menjadi prioritas. Dengan adanya larangan ini, kami bisa lebih mudah mengawasi kendaraan yang masuk ke area kampus,” jelasnya.

Nita juga menambahkan bahwa pihak rektorat sedang berupaya untuk meningkatkan layanan bus kampus Unsri sebagai alternatif bagi mahasiswa. “Kami sedang mengkaji penambahan unit bus dan perbaikan rute agar bisa menjangkau seluruh area strategis di dalam kampus,” ujarnya.

Meski demikian, banyak mahasiswa berharap agar rektorat bisa memberikan solusi yang lebih cepat dan efektif. Mereka mengusulkan adanya shuttle bus tambahan dari gerbang utama ke dalam kampus atau setidaknya ada kebijakan transisi yang tidak terlalu memberatkan mahasiswa.
Hingga saat ini, mahasiswa masih menantikan realisasi dari janji rektorat terkait perbaikan layanan bus kampus Unsri, sembari berharap ada keringanan atas kebijakan yang telah diterapkan.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN ULP Muara Aman Siagakan 38 Personel dan 3 Posko Guna Perkuat Keandalan Listrik Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

    PLN ULP Muara Aman Siagakan 38 Personel dan 3 Posko Guna Perkuat Keandalan Listrik Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

    • visibility 13
    • 0Komentar

    Muara Aman  – Jaga kelistrikan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, PLN ULP Muara Aman memperkuat kesiapsiagaan pasokan listrik dengan menggelar apel siaga dan pemeriksaan menyeluruh peralatan serta personel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan. Apel siaga yang digelar di Kantor ULP Muara […]

  • Pakta Integritas RT/RW: Garda Terdepan Palembang Menuju Kota Sehat, Cerdas, dan Peduli

    Pakta Integritas RT/RW: Garda Terdepan Palembang Menuju Kota Sehat, Cerdas, dan Peduli

    • visibility 39
    • 0Komentar

    Palembang – Suasana Auditorium Muhammadiyah Seberang Ulu II, Selasa (10/2/2026) menjadi saksi penting perjalanan demokrasi lokal Kota Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Aprizal Hasyim memimpin langsung Sosialisasi Wawasan Kebangsaan sekaligus Penandatanganan Pakta Integritas bagi Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan perjanjian moral yang menegaskan komitmen perangkat pemerintahan paling […]

  • Kapolda Sumsel Hadir di Rakor Nasional Ketupat 2026, Sumsel Siap Amankan Arus Mudik Idul Fitri

    Kapolda Sumsel Hadir di Rakor Nasional Ketupat 2026, Sumsel Siap Amankan Arus Mudik Idul Fitri

    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jakarta  — Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) Bidang Operasional Kesiapan Operasi Ketupat 2026 yang dipimpin Kapolri di STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (2/3/2026). Sementara itu, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel […]

  • Resmikan Laboratorium Baru, Gubernur Herman Deru Dorong Unsri Dukung Revolusi Industri 4.0

    Resmikan Laboratorium Baru, Gubernur Herman Deru Dorong Unsri Dukung Revolusi Industri 4.0

    • visibility 104
    • 0Komentar

    INDRALAYA – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, meresmikan dua fasilitas laboratorium terbaru di Universitas Sriwijaya (Unsri), Rabu (27/8/2025). Berlokasi di Fakultas Teknik Unsri, Indralaya, kedua laboratorium ini, yaitu Material, Structure and Construction Laboratory (MSCL) dan Computer-Based Engineering Design and Analysis Center (CBEDA), dibangun sebagai langkah nyata Unsri dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Dalam […]

  • Mahasiswa Amikom Meninggal Usai Bentrok di Depan Mapolda DIY, Polisi Selidiki

    Mahasiswa Amikom Meninggal Usai Bentrok di Depan Mapolda DIY, Polisi Selidiki

    • visibility 105
    • 0Komentar

    Yogyakarta – Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Amikom Yogyakarta yang menjadi korban dalam bentrok di depan Mapolda DIY pada Minggu pagi (31/8/2025). Kapolda mendatangi rumah duka dan menyatakan keluarga korban telah ikhlas. Meskipun keluarga menolak autopsi, pihak kepolisian tetap membuka ruang penyidikan. “Jika ada bukti atau […]

  • Usai Kederisasi Mapala, Mahasiswa Tewas dengan Wajah-Leher Bengkak

    Usai Kederisasi Mapala, Mahasiswa Tewas dengan Wajah-Leher Bengkak

    • visibility 137
    • 0Komentar

    Seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muhamad Jeksen (19), meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan pengaderan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Ia diduga menjadi korban penganiayaan, terlihat dari wajah dan lehernya yang bengkak saat kembali dari kegiatan. Mengutip detikcom, Menurut kerabat korban, La Awal, Jeksen meninggal di RSUD Aloei Saboe pada Selasa (23/9/2025) pagi. Korban berasal dari […]

expand_less
Skip to toolbar