Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tak Ingin Kebaikan Berlalu Senyap, Anas Roiyan Abadikan Cerita Kampung Ngajee

  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar

Palembang – Bagi sebagian orang, Iduladha mungkin hanya identik dengan hari penyembelihan hewan kurban. Namun bagi Anas Roiyan, proses itu telah dimulai jauh sebelum gema takbir berkumandang.

Sebagai co-founder Kampung Ngajee, Anas terlibat hampir di setiap tahapan pelaksanaan kurban tahun ini. Mulai dari menyusun konsep, membuat ajakan berkurban, mendesain media promosi, berkomunikasi dengan para pekurban, mendokumentasikan kegiatan, hingga turun langsung membantu proses penyembelihan dan pendistribusian daging kepada masyarakat.

Baginya, kurban tahun ini bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ikhtiar untuk membangun budaya kebaikan yang lebih terorganisir di tengah masyarakat.

“Kami ingin apa yang dilakukan di kampung ini bisa dikemas dengan baik dan diceritakan kepada orang lain. Bukan untuk mencari pujian, tetapi agar semakin banyak orang tahu bahwa ada sebuah kampung kecil yang sedang berusaha menumbuhkan semangat mengaji, gotong royong, dan berbagi,” ujarnya.

Menurut Anas, selama ini banyak kegiatan baik yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat, tetapi sering kali berakhir tanpa jejak dokumentasi. Akibatnya, nilai dan inspirasi dari kegiatan tersebut hanya dirasakan oleh mereka yang hadir secara langsung.

Berangkat dari kegelisahan itu, tahun ini Kampung Ngajee mulai membangun dokumentasi yang lebih rapi. Mulai dari poster ajakan berkurban, publikasi media sosial, dokumentasi foto, hingga video kegiatan.

“Sayang sekali kalau kebaikan hanya selesai di tempat kejadian. Padahal kalau diceritakan dengan baik, bisa menginspirasi orang lain untuk ikut berbuat baik juga,” katanya.

Meski demikian, Anas tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih ditemukan selama pelaksanaan kurban tahun ini.

Menurutnya, masih banyak hal yang harus dievaluasi, mulai dari aspek perencanaan, teknis pelaksanaan, pendataan penerima manfaat, dokumentasi, hingga koordinasi di lapangan.

“Kami sadar pelaksanaan tahun ini masih jauh dari kata sempurna. Bahkan mungkin lebih banyak kurangnya daripada lebihnya. Ada hal-hal yang luput, ada yang belum tertata dengan baik, dan itu menjadi pekerjaan rumah kami untuk tahun depan,” tuturnya.

Di tengah segala keterbatasan dan kelelahan yang dirasakan panitia, ada satu momen yang paling membekas di benaknya.

Bukan ketika hewan kurban datang. Bukan pula saat proses penyembelihan berlangsung.

Melainkan ketika daging kurban mulai dibagikan kepada masyarakat.

“Yang paling membahagiakan justru ketika melihat warga tersenyum saat menerima daging kurban. Ada yang langsung mengucapkan syukur, ada yang datang bersama anak-anaknya, ada pula yang berkali-kali mengucapkan terima kasih. Di situ rasanya capek yang berhari-hari itu hilang,” katanya.

Pada hari pelaksanaan, Anas mengaku berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Membantu proses penyembelihan, menjemput daging bantuan, mengatur dokumentasi, hingga membuat konten publikasi kegiatan.

“Jujur, penat. Fisik capek, pikiran juga capek. Tapi ini jenis lelah yang menyenangkan, karena kita bisa melihat langsung manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Tahun ini Kampung Ngajee berhasil menghimpun 7 ekor kambing dan 2 ekor sapi, ditambah bantuan lebih dari 60 kantong daging sapi kurban yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar.

Bagi Anas, capaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal yang harus terus diperbaiki dan disempurnakan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan kurbannya kepada Kampung Ngajee pada tahun-tahun mendatang, sehingga manfaat yang dirasakan warga bisa semakin luas.

“Kalau tahun ini masih ada warga yang belum kebagian, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak yang terjangkau. Itu yang sedang kami upayakan,” katanya.

Di akhir kegiatan, Anas mengaku semakin yakin bahwa sebuah kampung tidak akan tumbuh hanya karena bangunan yang berdiri di atasnya, melainkan karena hadirnya orang-orang yang mau bekerja bersama untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Kalau ada yang bertanya apa hasil terbesar dari kurban tahun ini, mungkin bukan jumlah kambing atau sapinya. Tapi tumbuhnya rasa kebersamaan, kepercayaan, dan harapan bahwa kampung ini bisa menjadi lebih baik dari tahun ke tahun,” pungkasnya.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Buruh Sumsel di Peringatan May Day

    Gubernur Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Buruh Sumsel di Peringatan May Day

    • visibility 72
    • 0Komentar

    Palembang –  Gubernur Sumatera Selatan, Dr.H. Herman Deru, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh saat menggelar Rembuk Buruh bersama Aliansi Serikat Buruh Sumsel dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026).   Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor DPRD Sumsel tersebut menjadi wadah bagi buruh untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.   […]

  • Kelistrikan Sumsel, Jambi, dan Bengkulu Telah Pulih, Seluruh Pelanggan PLN UID S2JB Kembali Nikmati Listrik

    Kelistrikan Sumsel, Jambi, dan Bengkulu Telah Pulih, Seluruh Pelanggan PLN UID S2JB Kembali Nikmati Listrik

    • visibility 58
    • 0Komentar

    Palembang  – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu pascagangguan meluas pada jaringan transmisi interkoneksi Sumatra telah kembali normal secara menyeluruh. Sebelumnya, gangguan sistem interkoneksi Sumatera menyebabkan pasokan listrik pada sebagian wilayah kerja PLN UID S2JB di tiga […]

  • Saat Harapan Datang Lewat JKN: Kisah Arief Pulih dari Depresi

    Saat Harapan Datang Lewat JKN: Kisah Arief Pulih dari Depresi

    • visibility 84
    • 0Komentar

    Palembang – Tangis Arief pecah di ruang praktik dokter di Puskesmas pada awal 2020. Ia yang pada saat itu masih berstatus Mahasiswa tingkat pertama tak lagi mampu menyembunyikan pergulatan batin yang selama ini menghantuinya. Ia datang bukan karena demam atau sakit fisik, melainkan untuk meminta pertolongan setelah terus-menerus dihantui keinginan untuk mengakhiri hidup. “Saya bilang […]

  • Kapolda Sumsel Dorong Transformasi Pengawasan Berbasis Data untuk Dukung Program Prioritas Nasional

    Kapolda Sumsel Dorong Transformasi Pengawasan Berbasis Data untuk Dukung Program Prioritas Nasional

    • visibility 67
    • 0Komentar

    Palembang — Polda Sumatera Selatan memperkuat transformasi tata kelola institusi yang bersih, modern, dan akuntabel melalui penguatan sistem pengawasan berbasis data digital. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) Itwasda Polda Sumsel Tahun Anggaran 2026 dan Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Fungsi Pengawasan yang digelar di Ballroom Hotel The Alts Palembang, Rabu, 20 […]

  • Polres Prabumulih Bekuk Pengedar Muda di Prabujaya, Sabu Disimpan dalam Kotak Rokok

    Polres Prabumulih Bekuk Pengedar Muda di Prabujaya, Sabu Disimpan dalam Kotak Rokok

    • visibility 75
    • 0Komentar

    Prabumulih – Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih kembali mengungkap peredaran narkotika dengan menangkap seorang tersangka pengedar sabu berusia 18 tahun di wilayah Prabumulih Timur. Penangkapan dilakukan pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 16.40 WIB di Jalan Prabujaya–Muara Sungai, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Tersangka berinisial RG (18), […]

  • Jaksa Tuntut Mati, Hakim PN Palembang Hanya Jatuhkan Vonis 3 Tahun Terdakwa Wahyun

    Jaksa Tuntut Mati, Hakim PN Palembang Hanya Jatuhkan Vonis 3 Tahun Terdakwa Wahyun

    • visibility 149
    • 0Komentar

    Palembang – Majelis Hakim PN Palembang bacakan vonis terhadap terdakwa Wahyu Saputro yang dituntut mati JPU, dalam kasus penelantaran istri selama tiga bulan hingga tewas dengan hanya memberi hukuman penjara selama tiga tahun, Kamis (20/11/2025) ‎Dalam sidang putusan yang dibacakan oleh Hakim Chandra Gautama SH MH,  memutuskan hanya menjatuhkan pidana 3 tahun penjara kepada terdakwa. […]

expand_less