Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tak Ingin Kebaikan Berlalu Senyap, Anas Roiyan Abadikan Cerita Kampung Ngajee

  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

Palembang – Bagi sebagian orang, Iduladha mungkin hanya identik dengan hari penyembelihan hewan kurban. Namun bagi Anas Roiyan, proses itu telah dimulai jauh sebelum gema takbir berkumandang.

Sebagai co-founder Kampung Ngajee, Anas terlibat hampir di setiap tahapan pelaksanaan kurban tahun ini. Mulai dari menyusun konsep, membuat ajakan berkurban, mendesain media promosi, berkomunikasi dengan para pekurban, mendokumentasikan kegiatan, hingga turun langsung membantu proses penyembelihan dan pendistribusian daging kepada masyarakat.

Baginya, kurban tahun ini bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ikhtiar untuk membangun budaya kebaikan yang lebih terorganisir di tengah masyarakat.

“Kami ingin apa yang dilakukan di kampung ini bisa dikemas dengan baik dan diceritakan kepada orang lain. Bukan untuk mencari pujian, tetapi agar semakin banyak orang tahu bahwa ada sebuah kampung kecil yang sedang berusaha menumbuhkan semangat mengaji, gotong royong, dan berbagi,” ujarnya.

Menurut Anas, selama ini banyak kegiatan baik yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat, tetapi sering kali berakhir tanpa jejak dokumentasi. Akibatnya, nilai dan inspirasi dari kegiatan tersebut hanya dirasakan oleh mereka yang hadir secara langsung.

Berangkat dari kegelisahan itu, tahun ini Kampung Ngajee mulai membangun dokumentasi yang lebih rapi. Mulai dari poster ajakan berkurban, publikasi media sosial, dokumentasi foto, hingga video kegiatan.

“Sayang sekali kalau kebaikan hanya selesai di tempat kejadian. Padahal kalau diceritakan dengan baik, bisa menginspirasi orang lain untuk ikut berbuat baik juga,” katanya.

Meski demikian, Anas tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih ditemukan selama pelaksanaan kurban tahun ini.

Menurutnya, masih banyak hal yang harus dievaluasi, mulai dari aspek perencanaan, teknis pelaksanaan, pendataan penerima manfaat, dokumentasi, hingga koordinasi di lapangan.

“Kami sadar pelaksanaan tahun ini masih jauh dari kata sempurna. Bahkan mungkin lebih banyak kurangnya daripada lebihnya. Ada hal-hal yang luput, ada yang belum tertata dengan baik, dan itu menjadi pekerjaan rumah kami untuk tahun depan,” tuturnya.

Di tengah segala keterbatasan dan kelelahan yang dirasakan panitia, ada satu momen yang paling membekas di benaknya.

Bukan ketika hewan kurban datang. Bukan pula saat proses penyembelihan berlangsung.

Melainkan ketika daging kurban mulai dibagikan kepada masyarakat.

“Yang paling membahagiakan justru ketika melihat warga tersenyum saat menerima daging kurban. Ada yang langsung mengucapkan syukur, ada yang datang bersama anak-anaknya, ada pula yang berkali-kali mengucapkan terima kasih. Di situ rasanya capek yang berhari-hari itu hilang,” katanya.

Pada hari pelaksanaan, Anas mengaku berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Membantu proses penyembelihan, menjemput daging bantuan, mengatur dokumentasi, hingga membuat konten publikasi kegiatan.

“Jujur, penat. Fisik capek, pikiran juga capek. Tapi ini jenis lelah yang menyenangkan, karena kita bisa melihat langsung manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Tahun ini Kampung Ngajee berhasil menghimpun 7 ekor kambing dan 2 ekor sapi, ditambah bantuan lebih dari 60 kantong daging sapi kurban yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar.

Bagi Anas, capaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal yang harus terus diperbaiki dan disempurnakan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan kurbannya kepada Kampung Ngajee pada tahun-tahun mendatang, sehingga manfaat yang dirasakan warga bisa semakin luas.

“Kalau tahun ini masih ada warga yang belum kebagian, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak yang terjangkau. Itu yang sedang kami upayakan,” katanya.

Di akhir kegiatan, Anas mengaku semakin yakin bahwa sebuah kampung tidak akan tumbuh hanya karena bangunan yang berdiri di atasnya, melainkan karena hadirnya orang-orang yang mau bekerja bersama untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Kalau ada yang bertanya apa hasil terbesar dari kurban tahun ini, mungkin bukan jumlah kambing atau sapinya. Tapi tumbuhnya rasa kebersamaan, kepercayaan, dan harapan bahwa kampung ini bisa menjadi lebih baik dari tahun ke tahun,” pungkasnya.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Sumsel Kirim Ribuan Paket Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    Polda Sumsel Kirim Ribuan Paket Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • visibility 160
    • 0Komentar

    Palembang – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan mengirimkan ribuan paket bantuan logistik bagi korban bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengiriman bantuan ini dilakukan pada Rabu, 3 Desember 2025, sebagai bentuk respons cepat Polda Sumsel dalam mendukung percepatan penanganan darurat di tiga wilayah […]

  • Tragis, Seorang IRT Meninggal Dunia Tertabrak Kereta Api Babaranjang di Prabumulih

    Tragis, Seorang IRT Meninggal Dunia Tertabrak Kereta Api Babaranjang di Prabumulih

    • visibility 40
    • 0Komentar

    Prabumulih — Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Polres Prabumulih bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait insiden kecelakaan seorang wanita yang tertabrak kereta api Babaranjang di perlintasan KM 322+928, Kecamatan Karang Raja, Kota Prabumulih. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 25 April 2026, sekitar pukul 04.45 WIB. Begitu menerima laporan, piket SPKT bersama fungsi […]

  • Dari Medan ke OKU Selatan, Jaringan Sabu Lintas Wilayah Dibongkar Polisi

    Dari Medan ke OKU Selatan, Jaringan Sabu Lintas Wilayah Dibongkar Polisi

    • visibility 63
    • 0Komentar

    OKU SELATAN — Satuan Reserse Narkoba Polres Ogan Komering Ulu Selatan berhasil membongkar peredaran narkotika lintas provinsi dengan menangkap seorang pengedar sabu asal Kota Medan, Sumatera Utara, di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan. Penangkapan dilakukan pada Rabu dini hari (18/3/2026) melalui operasi cepat yang dipimpin langsung oleh Ps. Kasat Res Narkoba di lapangan. […]

  • OKU Timur Jadi Pusat Panen Raya Jagung Nasional, Dihadiri Lima Pejabat Tinggi Negara

    OKU Timur Jadi Pusat Panen Raya Jagung Nasional, Dihadiri Lima Pejabat Tinggi Negara

    • visibility 167
    • 0Komentar

    OKU Timur – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, menjadi sorotan nasional setelah ditunjuk sebagai lokasi Panen Raya Jagung Serentak kuartal III. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan pada tahun 2025. Mengutip dari Koran_Sumeks, Panen raya jagung tersebut dipusatkan di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang, […]

  • Kapolda Sumsel Pastikan Tol Kapal Betung Siap Hadapi Arus Mudik 2026

    Kapolda Sumsel Pastikan Tol Kapal Betung Siap Hadapi Arus Mudik 2026

    • visibility 82
    • 0Komentar

    Palembang – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memastikan kesiapan jalur strategis Tol Kapal Betung sebagai koridor penting arus mudik nasional di Pulau Sumatera menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Untuk memastikan kesiapan tersebut, Kapolda Sumsel turun langsung melakukan pengecekan jalur tol bersama jajaran Forkopimda Sumatera Selatan pada Selasa pagi. Peninjauan […]

  • Gubernur Herman Deru Dorong ABPEDNAS Sumsel Tingkatkan Kinerja, Jamintel Apresiasi ABPEDNAS sumsel Jadi yang Terbesar di Indonesia

    Gubernur Herman Deru Dorong ABPEDNAS Sumsel Tingkatkan Kinerja, Jamintel Apresiasi ABPEDNAS sumsel Jadi yang Terbesar di Indonesia

    • visibility 20
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa pengukuhan pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bukanlah puncak pencapaian organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas organisasi dan kinerja para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri kegiatan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa […]

expand_less