Ulang Tahun ke-80, DPR Malah Diminta Bubar
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 82
- comment 0 komentar

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Hari ini, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memperingati ulang tahun ke-80 sejak pembentukannya pada 29 Agustus 1945. Namun, momen perayaan ini justru diwarnai oleh gelombang kritik dan seruan pembubaran dari berbagai kalangan masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, tagar #BubarkanDPR ramai di media sosial, dipicu oleh kekecewaan publik terhadap kinerja DPR yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi rakyat. Kritik tajam datang dari aktivis, akademisi, hingga warganet yang menyoroti sejumlah isu, seperti rendahnya produktivitas legislasi, dugaan korupsi, dan sikap anggota DPR yang dianggap jauh dari harapan masyarakat.
“Di usia ke-80, DPR seharusnya menjadi institusi yang matang dan benar-benar mewakili rakyat. Tapi kenyataannya, banyak kebijakan yang justru terasa membebani, bukan membela,” ujar Rina, seorang aktivis dari Forum Rakyat Bersatu, dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta.
Sejumlah pengamat politik juga menilai bahwa DPR kerap kali terjebak dalam politik transaksional dan lobi kepentingan, sehingga kehilangan kepercayaan publik. “Reformasi internal DPR mendesak dilakukan. Jika tidak, wajar jika publik mempertanyakan eksistensi institusi ini,” kata Dr. Andi Wiranto, pengamat politik dari Universitas Indonesia.
Meski demikian, beberapa anggota DPR membela kinerja lembaga mereka. Ketua DPR, Bambang Susilo, dalam pidato peringatan HUT ke-80 menyatakan bahwa DPR terus berupaya menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan demi kepentingan rakyat. “Kami terbuka terhadap kritik, tapi pembubaran bukan solusi. Mari bersama memperbaiki sistem,” ujarnya.
Peringatan ulang tahun DPR kali ini dirayakan secara sederhana dengan acara syukuran dan refleksi internal. Namun, di tengah sorotan publik, perayaan tersebut terasa kurang meriah. Pertanyaan besar kini mengemuka: mampukah DPR di usia ke-80 ini membuktikan relevansinya sebagai pilar demokrasi Indonesia?
- Penulis: Lipp
Saat ini belum ada komentar