Breaking News
light_mode
Trending Tags

Harga Beras Meroket, Menteri Pertanian: “Baru Naik Saja Sudah Ribut”

  • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
  • visibility 213
  • comment 0 komentar

Jakarta – Kenaikan harga beras yang terus berlanjut di sejumlah daerah memicu keresahan di masyarakat. Namun, tanggapan Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, justru menuai kritik. Dalam sebuah rapat kerja, Mentan Amran menilai masyarakat terlalu reaktif, bahkan membandingkan harga beras di Indonesia dengan di Jepang.
Kenaikan harga beras ini telah menjadi isu nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa harga beras eceran mengalami inflasi sebesar 11,88% secara tahunan pada Juni 2024. Sementara itu, di tingkat grosir, kenaikannya mencapai 10,87%. Per Agustus 2024, harga beras di tingkat penggilingan juga meningkat 11,19% dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan adanya lonjakan harga yang signifikan di tengah klaim pemerintah mengenai ketersediaan stok yang melimpah. Menteri Pertanian sendiri mengungkapkan adanya anomali, di mana harga di tingkat penggilingan justru turun, sementara harga di eceran dan grosir terus merangkak naik. Ia menduga ada “middle man” atau perantara yang mempermainkan harga di pasar.

Dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Mentan Amran Sulaiman menanggapi keluhan masyarakat dengan pernyataan yang dianggap kontroversial. “Sekarang ini saja baru naik sedikit sudah ribut,” ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan dengan membandingkan harga beras di Indonesia dengan Jepang, yang jauh lebih mahal. Pernyataan ini segera ditanggapi oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang mengingatkan bahwa perbandingan tersebut tidak relevan.

“Nggak bisa dibandingkan dengan Jepang, Pak. Income per kapitanya juga sudah lain,” kata Titiek.
Pemerintah melalui Perum Bulog telah menggelontorkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke pasar untuk menekan harga. Mentan Amran mengklaim operasi pasar ini sudah mulai membuahkan hasil dengan turunnya harga beras di 13 provinsi.

Namun, di sisi lain, beberapa pengamat justru menduga ada permainan dari pihak-pihak tertentu di tengah stok cadangan beras nasional yang disebut mencapai 4,2 juta ton. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga pangan.

Pemerintah juga sedang menggodok kebijakan “beras satu harga” yang bertujuan untuk menstabilkan harga dan melindungi petani. Namun, hingga saat ini, langkah-langkah tersebut belum sepenuhnya mampu meredakan gejolak harga yang membebani masyarakat.

  • Penulis: Lipp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Herman Deru: Rekonstruksi Jembatan Muara Lawai Bukti Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

    Gubernur Herman Deru: Rekonstruksi Jembatan Muara Lawai Bukti Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

    • visibility 191
    • 0Komentar

    Lahat – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) @hermanderu67 menegaskan bahwa pembangunan kembali Jembatan Muara Lawai di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Hal ini disampaikannya saat menghadiri penandatanganan berita acara kesepakatan rekonstruksi jembatan tersebut, Sabtu (30/8/2025). Menurut Herman Deru, respons cepat Asosiasi Pertambangan Batubara Sumsel patut diapresiasi karena […]

  • Antisipasi Musim Hujan 2025: Dinkes Palembang Perkuat Gerakan 3M untuk Lawan DBD

    Antisipasi Musim Hujan 2025: Dinkes Palembang Perkuat Gerakan 3M untuk Lawan DBD

    • visibility 208
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Menjelang musim penghujan tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mengambil langkah sigap dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat Gerakan 3M Plus sebagai benteng utama melawan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Imbauan ini menjadi sangat krusial mengingat kasus DBD kerap melonjak drastis seiring dengan meningkatnya intensitas hujan. Kepala Dinkes Palembang, dr. […]

  • Hakim Vonis Penjual Kucing Kuwuk 6 Bulan Penjara di PN Palembang

    Hakim Vonis Penjual Kucing Kuwuk 6 Bulan Penjara di PN Palembang

    • visibility 75
    • 0Komentar

    Palembang – Jual satwa dilindungi terdakwa M Juanda divonis 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta, putusan tersebut dibacakan langsung oleh majelis hakim yang diketuai hakim Kristanto Sahat SH MH, di PN Palembang, Senin (18/5/2026). Majelis hakim menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 40A ayat (1) huruf d UU RI Nomor 32 tahun 2024 tentang […]

  • Pasca Erupsi, Gunung Dempo Tumbuh Lebih Tinggi

    Pasca Erupsi, Gunung Dempo Tumbuh Lebih Tinggi

    • visibility 240
    • 0Komentar

    Pagaralam – Gunung Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan, mengalami erupsi eksplosif pada Selasa pagi. Erupsi ini berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB dan menyebabkan kepanikan singkat di kalangan warga. Namun, laporan terbaru dari tim geologi setempat menunjukkan dampak yang tidak biasa: erupsi ini tidak hanya mengeluarkan abu vulkanik, tetapi juga mengubah morfologi puncak gunung, menjadikannya terlihat […]

  • Jepang di Ambang Kepunahan? Angka Kelahiran Anjlok ke Titik Terendah

    Jepang di Ambang Kepunahan? Angka Kelahiran Anjlok ke Titik Terendah

    • visibility 252
    • 0Komentar

    TOKYO — Jepang tengah menghadapi krisis populasi yang kian mengkhawatirkan. Angka kelahiran di negara itu terus merosot hingga mencapai titik terendah sepanjang sejarah, memicu peringatan serius dari para ahli bahwa masa depan negara matahari terbit itu berada di ujung tanduk. Profesor Hiroshi Yoshuda dari Universitas Tohoku, melalui analisisnya terhadap data resmi Biro Statistik Jepang, melontarkan […]

  • Pensiunan Pasangan Australia Memilih Hidup di Kapal Pesiar, Lebih Hemat daripada Panti Jompo

    Pensiunan Pasangan Australia Memilih Hidup di Kapal Pesiar, Lebih Hemat daripada Panti Jompo

    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sepasang suami istri asal Australia, Marty (78) dan Jessie Anstey (78), memilih menjalani masa pensiun mereka dengan cara yang tak biasa. Sejak Juni 2022, mereka telah tinggal di atas kapal pesiar Coral Princess setelah memesan 51 pelayaran berturut-turut. Keputusan ini diambil karena mereka menemukan bahwa gaya hidup di kapal pesiar jauh lebih ekonomis daripada tinggal […]

expand_less