Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pelaku Mutilasi 65 Bagian di Mojokerto Dibekuk, Identitas Korban Terungkap

  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 110
  • comment 0 komentar

MOJOKERTO – Kasus pembunuhan sadis yang menggegerkan warga Mojokerto akhirnya menemui titik terang.

Tim Resmob Polres Mojokerto berhasil menangkap pelaku mutilasi berinisial A (nama samaran) di sebuah rumah kos di kawasan Lakarsantri, Surabaya, pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.

Penangkapan ini dilakukan setelah serangkaian penyelidikan intensif terkait penemuan jasad korban yang dimutilasi menjadi 65 potongan.

Penangkapan dilakukan secara senyap. Ketua RT 01 RW 01 Lidah Wetan, Heru, menceritakan bahwa ia dihubungi pihak kepolisian untuk mendampingi proses penggerebekan di rumah kos tersebut. Menurut Heru, tim kepolisian datang pada dini hari dan langsung menyergap kamar kos pelaku.

“Polisi datang tengah malam. Saya diminta ikut mendampingi, tapi saya hanya menyaksikan dari luar saja saat mereka masuk ke kamar kos,” jelas Heru.

Pelaku diketahui merupakan pendatang baru yang baru menempati kamar kos berukuran 3×4 meter itu sejak April 2025.

Ia tinggal bersama seorang wanita yang disebutnya sebagai istri siri. Keberadaan pelaku di lokasi ini diduga menjadi tempat persembunyiannya setelah melakukan aksi keji tersebut.

Identitas Korban Terungkap dari Sidik Jari

Sementara itu, teka-teki identitas korban mutilasi yang jasadnya ditemukan di semak-semak Dusun Pacet Selatan, Mojokerto, berhasil dipecahkan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, mengungkapkan bahwa identitas korban berhasil diketahui setelah polisi menemukan potongan telapak tangan kanan korban pada Sabtu (6/9) sore.

Potongan tersebut kemudian dipindai menggunakan sistem identifikasi sidik jari otomatis, Mambis (Manual and Automatic Biometric Identification System).

Hasil pemeriksaan Mambis mengonfirmasi bahwa korban adalah TAS (25), seorang perempuan lajang asal Desa Made, Kecamatan Lamongan, yang sehari-hari tinggal di Surabaya.

Terungkapnya identitas korban ini menjadi petunjuk penting bagi polisi untuk mendalami motif pembunuhan. Diduga kuat, pelaku dan korban memiliki hubungan tertentu yang kini sedang didalami oleh penyidik.

Penangkapan pelaku A dan terungkapnya identitas korban TAS menjadi langkah besar dalam pengungkapan kasus mutilasi yang menyita perhatian publik.

Polisi kini terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap pembunuhan keji ini.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Studi Banding BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP: Momentum Kolaborasi, Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial

    Studi Banding BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP: Momentum Kolaborasi, Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial

    • visibility 58
    • 0Komentar

    Di era digital, media sosial telah menjadi alat komunikasi massa yang sangat efektif – termasuk bagi gerakan mahasiswa. Kunjungan studi banding antara BEM FAI UMP dan BEM FPK UPGRIP seharusnya dimaknai lebih dari sekadar foto bersama dan pertukaran cenderamata; ia adalah kesempatan strategis untuk membangun jaringan komunikasi digital yang kuat, menyelaraskan narasi, dan menggalang aksi […]

  • Kualitas Parlemen Jadi Sorotan, Menko Yusril Minta Sistem Pemilu Diubah

    Kualitas Parlemen Jadi Sorotan, Menko Yusril Minta Sistem Pemilu Diubah

    • visibility 66
    • 0Komentar

    Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyoroti sistem pemilu yang dinilai kurang efektif dalam menghasilkan anggota DPR berkualitas. Menurutnya, sistem yang berlaku saat ini justru lebih menguntungkan para selebritas atau artis, sementara politisi yang memiliki bakat dan kompetensi justru sulit untuk bersaing. “Sistem sekarang ini membuat orang yang berbakat politik […]

  • Tertipu Loker Palsu, Remaja Asal Sumsel Terlantar di Padang

    Tertipu Loker Palsu, Remaja Asal Sumsel Terlantar di Padang

    • visibility 91
    • 0Komentar

    PADANG – Seorang remaja asal Muara Enim, Sumatera Selatan, bernama Zaki Fikra Wijaya (19), ditemukan terlantar di Padang, Sumatera Barat. Zaki menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja yang membuatnya nekat pergi ke Padang tanpa bekal cukup. Zaki menceritakan bahwa ia tertarik dengan tawaran pekerjaan fiktif yang ia lihat di media sosial. Tergiur dengan janji-janji manis, […]

  • KPK Geledah Rumah Mantan Menteri Agama, Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

    KPK Geledah Rumah Mantan Menteri Agama, Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

    • visibility 80
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, pada Senin (18/8/2025). Penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan kuota haji. Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri, membenarkan kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa tim penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik […]

  • Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2026

    Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2026

    • visibility 81
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah berencana melakukan penyesuaian tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun 2026. Rencana ini muncul sebagai respons atas defisit yang terus membayangi keuangan BPJS Kesehatan. Kementerian Kesehatan dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) sedang mengkaji ulang besaran tarif iuran yang berlaku saat ini. Kenaikan tarif ini dianggap perlu untuk menjaga […]

  • “Kami Dibungkam”: Kemal Palevi Kritik Tajam Pemerintah Soal Korupsi, Amnesti, dan Budaya Lupa

    “Kami Dibungkam”: Kemal Palevi Kritik Tajam Pemerintah Soal Korupsi, Amnesti, dan Budaya Lupa

    • visibility 82
    • 0Komentar

    Komika dan aktor, Kemal Palevi, kembali melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah. Dalam unggahan di media sosial pada Kamis (28/8/2025), Kemal menuangkan keresahannya tanpa balutan humor yang biasa ia pakai. Ia menyebut, para politisi kini semakin semena-mena karena tahu rakyat tidak punya kekuatan untuk melawan. “Karena mereka tahu kita enggak bisa ngapa-ngapain. Kita itu dibungkam,” tulis […]

expand_less
Skip to toolbar